Breaking News:

News Video

Workshop Digital Marketing, IWO Medan Bantu UMKM Branding Produk Lewat Sosial Media

Dalam Workshop ini, Gusmiyadi selaku Anggota DPRD Sumut dan Widyawati, pendiri Pempek Nabil turut berbagi strategi marketing dan kebijakan-kebijakan

Penulis: Kartika Sari | Editor: heryanto

Workshop Digital Marketing, IWO Medan Bantu UMKM Branding Produk Lewat Sosial Media

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Digitalisasi marketing saat ini begitu memudahkan para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya lebih meluas.

Namun, ternyata hingga saat ini masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan untuk memasarkan produk secara online lantaran tak mengetahui strategi penjualan di sosial media.

Melihat hal ini, Ikatan Wartawan Online (IWO) Medan menggelar workshop bertajuk 'Bikin Produk UMKM Laris Manis di Medsos' di Ibis Styles Hotel, Sabtu (27/11/2021).

"Digitalisasi memiliki peran penting di setiap lini masyarakat. Kami membaca jika UMKM ini tak lagi harus berjualan secara konvensional saja, tapi memadukan dengan aspek digital termasuk sosial media," ungkap Ketua Panitia, Mohammad Tazli.

Dikatakan Tazli, ada sekitar 30 dari 80an UMKM yang mengikuti workshop dengan diseleksi melalui jenis usaha dan motivasi mengikuti acara.

Dalam Workshop ini, Gusmiyadi selaku Anggota DPRD Sumut dan Widyawati, pendiri Pempek Nabil turut berbagi strategi marketing dan kebijakan-kebijakan dari pemerintah untuk membantu UMKM naik kelas.

Dalam pemaparan Widyawati, ia mengatakan jika untuk teknik penjualan sangat beragam seperti retail, mitra, ataupun konsinyasi.

Tak lupa juga, ia mengatakan bahwa branding menjadi hal penting agar produk dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.

"Untuk para penjual bisa mengumpulkan sebanyak-banyaknya testimoni di sosial media. Kadang orang itu gak perlu cicipi langsung tapi kalau testimoninya banyak dan bagus semua, mereka berani beli produk kita," ujar Widyawati.

Sementara itu, Gusmiyadi yang juga sebagai pemateri turut menyampaikan jika peran pemerintah turut mendukung pelaku UMKM agar dapat berkembang.

"Disini bagaimana pemerintah bisa memanfaatkan segala sumber daya yang dimilikinya untuk dikembangkan sedemikian rupa agar menjadi kekuatan. Dari sisi lain, kita sekarang sudah mulai melakukan advokasi dari masyarakat bawah untuk bisa menghasilkan ekonomi berbasis kreativitas. Disini peran kita untuk menghubungkan mereka kepada stakeholder agar dapat meningkatkan potensi mereka," pungkasnya.

Menariknya, setelah workshop ini selesai, para pelaku UMKM akan terus dimonitoring dan diberi pelatihan-pelatihan dari para narasumber berkompeten serta membantu untuk menjembatani kepada para stakeholder agar pelaku UMKM mampu mengembangkan produk dan memasarkannya lebih luas lagi.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved