Breaking News:

Anak Terancam Dihukum Mati di Malaysia, Pria di Siantar Ini Malah Cabuli Anak di Bawah Umur

Bukannya berjuang untuk membebaskan anaknya dari jerat hukuman mati di Malaysia, pria 59 tahun ini justru mencabuli anak penyewa kontrakkannya.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Liston Damanik
Ilustrasi. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Bukannya berjuang untuk membebaskan anaknya dari jerat hukuman mati di Malaysia, pria 59 tahun ini justru mencabuli anak penyewa kontrakkannya.

Satreskrim Polres Pematangsiantar menangkap AS  atas dugaan pencabulan anak di bawah umur, Jumat (26/11/2021). Atas aksi bejatnya pria paruh baya ini terpaksa berulangtahun ke-59 di Sel Mapolres Pematangsiantar bertepatan lahir 28 November 1962.

"Jadi Si AS ini pemilik kontrakan. Nah keluarga si Korban EL mengontrak di rumahnya. Begitu hubungannya," ujar Banuara.

EL merupakan pelajar dan masih berusia 16 tahun. Ihwal kasus ini terungkap yaitu Senin (8/11/2021) di mana keluarga korban mencurigai obrolan dari pesan Facebook yang dikirimkan AS kepada korban EL.

Keluarga mencurigai pesan yang disampaikan AS di mana menuliskan "kenapa makin kurus kau hasian".

Setelah dibujuk, korban EL pun mengaku dicabuli oleh pelaku AS dengan ancaman akan dibunuh.

AKP Banuara Manurung menyampaikan perbuatan AS disangkakan melakukan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat (2) Subsidair pasal 82 ayat (1) Undang Undang No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang undang. 

Anaknya, Jonathan Sihotang (33) yang sebelumnya merupakan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia ditangkap setelah diduga membunuh majikannya pada tahun 2018 silam. Asdin Sihotang sempat menyurati Presiden Joko Widodo memohon agar hukuman anaknya diberi keringanan. Sebab JS terancam hukuman mati oleh pengadilan setempat.

Parluhutan Banjarnahor, selaku penasihat hukum keluarga JS membenarkan bahwa Asdin Sihotang ditangkap Satreskrim Polres Pematangsiantar. Ia pun mengaku kaget dengan kabar tersebut.

"Ia, memang Pak Asdin itu yang ditangkap. Akupun terkejut waktu dikirimkan gambarnya sama kawan," ujar Parluhutan.

Adapun status anaknya JS, saat ini tengah menanti persidangan di Malaysia. Diperkirakan sidang akan dilanjutkan tahun 2022 mendatang. (alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved