Breaking News:

Daftar Negara Lapor Kasus Varian Omicron dan Pengobatan Berbeda dengan Pasien Varian Delta

Gejala varian baru omicron memiliki perbedaan dengan gejala terjangkit Covid-19. Varian omicron pertama kali ditemukan di Afrika Selatan.

(AFP PHOTO/WILLIAM WEST)
Polisi berjaga saat para pelancong tiba untuk karantina di hotel Melbourne, Australia, 7 Desember 2020. Australia pada Minggu (28/11/2021) mengumumkan telah mendeteksi Covid-19 varian Omicron dari dua pendatang yang terbang dari selatan Afrika ke Sydney. 

TRIBUN-MEDAN.com - Gejala varian baru omicron memiliki perbedaan dengan gejala terjangkit Covid-19. Varian omicron pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. 

Virus ini telah menyebar ke daratan Eropa dan terakhir masuk ke Benua Australia. 

Sejumlah negara mulai memperketat penerbangan luar negeri. Apalagi, pelancong yang datang dari Afrika.

Varian omicron yang ditemukan dokter Afrika Selatan,Angelique Coetzee, telah memperingatkan tentang Covid-19 varian Omicron. 

Ia menyebut gejalanya berbeda dengan varian Delta.

Dokter bernama Angelique Coetzee tersebut mengatakan, tujuh pasien Covid-19 varian Omicron di kliniknya memiliki gejala yang berbeda dari varian Delta.

Meski begitu, penanganan terhadap pasien Covid-19 varian Omicron tidak begitu berbeda. 

Hanya saja pasien mengalami hal yang berbeda. 

Angelique Coetzee, yang juga Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan tersebut menambahkan, pasien Covid-19 varian Omicron mengalami gejala ringan sebagaimana dilansir The Independent, Senin (29/11/2021).

Coetzee juga menuturkan bahwa dia telah memberitahu pejabat kesehatan Afrika Selatan mengenai gejala pasien varian Omicron yang berbeda dengan Delta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved