Breaking News:

Kunjungan Pejabat BNPB

Kadis PUPR Beberkan Penyebab Utama Banjir di Kabupaten Sergai pada Pejabat BNPB

Kepala Dinas PU Kabupaten Sergai, Johan membeberkan penyebab utama banjir di Kabupaten Sergai yang berlangsung berbulan-bulan

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Deputi RR BNPB Pusat, Jarwan Syah ketika berdiskusi dengan Kepala BPBD Provsu dan Kadis PUPR Sergai di lokasi banjir di Gang Kancil, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, Sumatera Utara, Minggu (28/11/2021) malam.(TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Deputi Rehabilitas dan Rekonstruksi (RR) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Jarwan Syah beserta rombongan menyambangi lokasi pengungsi korban banjir di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai

Kedatangan Jarwan ini ingin melihat langsung korban banjir di Sei Rampah yang sudah sebulan mengungsi dan banjirnya tak kunjung surut.

Tampak Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sergai, Johan Sinaga dan Plt Kepala BPBD Sergai, Henri Suharto memberikan penjelasan pada Jarwan Syah terkait hasil survei dan peninjauan sebelumnya, kenapa banjir berlangsung selama satu bulan.

Baca juga: Warga Ngeluh Jalan Letda Sujono Langganan Banjir, Pemko Medan dan Jasa Marga Diminta Tanggung Jawab

"Banjir ini diakibatkan curah hujan yang tinggi di bagian hulu sungai, dangkalnya sungai akibat sendimen yang cukup tebal. Sempitnya ruas sungai di bagian hilir, serta pasang rob di bagian hulu atau muara sungai yang mengalir ke laut.

Mengakibatkan air dari hilir menuju hulu tertahan dan akhirnya melimpah ke pemukiman warga," ujar Johan, Senin (29/11/2021). 

Johan menambahkan sesuai arahan Bupati Sergai, masalah banjir ini sudah menjadi tren nasional dan kewenangan pusat.

Dan untuk mempercepat penanganannya, Pemkab Sergai terus mengupayakan terobosan untuk mengatasi banjir secepatnya.

Menangggapi hal tersebut, Jarwan Syah langsung menanyakan kepada Kadis PUPR Sergai, terkait normalisasi, pelebaran, dan pengerukan sendimen sungai butuh berapa banyak alat berat.

Baca juga: Akibat Curah Hujan Tinggi, 40 Rumah Terendam Banjir di Desa Piasa Ulu Asahan

"Kalau ini dikerjakan secepatnya, Butuh berapa banyak alat berat dan berapa sewa perharinya ? Segera buat usulan dalam Minggu ini harus sudah sampai di pusat, biar Minggu depan bisa diproses dan jika mungkin awal Desember 2021 sudah mulai aksi," ujar Jarwan Syah.

Usai meninjau kondisi banjir, Jarwan Syah mengatakan, saat ini hampir seluruh wilayah di Indonesia sedang dilanda bencana, seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung. 

"Kita sudah berkordinasi dengan BPBD Sumut ada beberapa wilayah yang diterjang banjir ada genangan dan banjir rob. Itu makanya kami kemari untuk memastikan,bagaimana penanganan yang sudah dilakukan oleh BPBD Provsu dan pemda setempat, supaya prosesnya cepat ditangani," ujar Jarwan Syah. 

"Keselamatan jiwa masyarakat harus diutamakan, dan kita tau kalau sungai ini dibawah wewenang Balai Wilayah Sungai (BWS) pusat, dan kita minta rekomendasi BWS kalau saat ini mereka belum punya anggaran, makanya kita dahulukan dan harus dikerjakan secepatnya. Awal Desember tahun 2021 sudah harus dikerjakan, agar jangan terlalu lama warga tinggal di pengungsian," sambungnya. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved