Breaking News:

Acara HUT ke-9 Sekolah Brigjend Katamso 2 Tampilkan Kreasi Siswa

Yayasan Pendidikan Nasional Brigjend Katamso merayakan Hari Ulang Tahun ke-9 Sekolah Brigjend Katamso 2 yang berada di Jl. Marelan Raya Pasar II

Editor: Ismail
Dok. Yayasan Pendidikan Nasional Brigjend Katamso
Yayasan Pendidikan Nasional Brigjend Katamso merayakan Hari Ulang Tahun ke-9 Sekolah Brigjend Katamso 2 yang berada di Jl. Marelan Raya Pasar II No. 19, Rengas Pulau, Kec. Medan Marelan, Kota Medan, Sabtu (27/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Yayasan Pendidikan Nasional Brigjend Katamso merayakan Hari Ulang Tahun ke-9 Sekolah Brigjend Katamso 2 yang berada di Jl. Marelan Raya Pasar II No. 19, Rengas Pulau, Kec. Medan Marelan, Kota Medan, Sabtu (27/11/2021).

Panitia perayaan HUT ke-9 Sekolah Brigjend Katamso 2, Herliadi menyebutkan kegiatan ini sebagai bentuk syukur atas bertambahnya usia Sekolah Brigjend Katamso 2. Dengan adanya perayaan dapat lebih memberikan semangat untuk lebih memajukan Sekolah Brigjend Katamso 2 dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan.

Selain itu tambah Herliadi kegiatan ini juga sebagai wadah kreativitas siswa. Selain menampikan tarian kreasi dan daerah, juga dilakukan lomba foto dan vlog yang diikuti siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan yang ada di sekolah Brigjend Katamso 2. Sedangkan untuk siswa taman kanak-kanan disediakan lomba mewarnai.

Berubah

Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Nasional Brigjend Katamso,Usli Sarsi dalam kata sambutan mengingatkan reformasi industri 4.0 telah membawa perubahan besar. Lebih dari 50 persen pekerjaan yang dahulu dilakukan manusia hilang dan digantikan teknologi digital.Tidak saja di sektor industri terjadi perubahan, tapi juga hampir semua sektor, termasuk sektor pendidikan. Kalau dahulu pendidikan yang dilakukan lebih banyak pada teori, tapi sekarang lebih banyak praktik.

“Mulai saat ini saya minta pendidikan yang dilakukan di sekolah ini tidak dilakukan secara monoton. Kalau selama ini siswa belajar di dalam ruang, tapi juga belajar di alam terbuka seperti di bawah pohon, lapangan,” ungkapnya.

Perubahan yang dilakukan, jangan sampai mengabaikan pendidikan budi pekerti yang menjadi ciri khas dari sekolah ini. Pendidikan budi pekerti sangat penting. Teknologi boleh saja berkembang. Banyak pekerjaan yang selama ini dilakukan manusia dapat dilakukan oleh teknologi yang memiliki kecerdasan buatan. Tapi perlu diingat teknologi tidak mempunyai budi pekerti atau moral.

Teknologi tetap harus dikontrol oleh manusia. Apa jadinya kalau teknologi dikontrol oleh manusia yang tidak memiliki budi pekerti.

Ini sangat membahayakan. Pendidikan budi pekerti tidak saja seperti sopan santun, tapi juga punya rasa peduli pada lingkungan. Menjaga kelestarian lingkungan harus dilakukan sejak dini. Kurang peduli menjaga kelestarian lingkungan menyebabkan terjadi berbagai bencana alam.

Digital

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved