Breaking News:

Pfizer dan Moderna Kembangkan Vaksin dan Booster untuk Tangani Varian Omicron

CEO Moderna, Stephane Bancel, Senin (29/11/2021) mengatakan, bahwa varian omicron tampaknya lebih menular daripada varian Delta.

Editor: Liston Damanik
afp
Ilustrasi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Perusahaan pembuat vaksin Covid-19, Pfizer dan Moderna, kini sedang mengembangkan vaksin dan vaksin booster untuk menangani varian Omicron yang dikhawatirkan sangat menular.

CEO Moderna, Stephane Bancel, Senin (29/11/2021) mengatakan, bahwa varian omicron tampaknya lebih menular daripada varian Delta.

Ia menilai, tingginya jumlah mutasi pada omicron berarti bahwa semua vaksin mungkin kurang efektif.

"Kami percaya virus ini sangat menular ... tampaknya jauh lebih menular daripada delta," kata Bancel kepada CNBC.

Dia memperkirakan bahwa negara mana pun yang telah menerima pelancong dari negara-negara Afrika selatan dalam 7-10 hari terakhir sekarang kemungkinan memiliki varian Omicron.

“Sangat mungkin kemanjuran vaksin – semuanya – akan turun,” ujarnya.

Bancel mengatakan akan membutuhkan setidaknya beberapa minggu sebelum komunitas ilmiah dapat menjawab tentang kemanjuran vaksin dengan lebih baik, dan di mana saja dari 2 hingga 6 minggu sampai mereka tahu apakah Omicron lebih ganas daripada Delta.

Ia mengatakan, Moderna sedang mengerjakan vaksin booster untuk mengatasi varian baru ini.

Dalam beberapa minggu, Bancel mencatat, perusahaan akan tahu strategi mana yang harus dikejar - dosis vaksin yang lebih tinggi saat ini, atau booster, atau vaksin baru untuk mengatasi varian tersebut.

Pernyataan senada disampaikan CEO Pfizer, Albert Bourla, bahwa pihaknya kini mengerjakan vaksin Covid-19 yang khusus menargetkan varian Omicron, jika vaksin saat ini tidak efektif terhadap strain baru.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved