Breaking News:

Awi Coffee Hanya Pakai Kopi dari Kebun Terbaik di Tanah Karo

Tanah Karo adalah salah satu daerah yang dikenal dengan hasil biji kopi terbaiknya. Bukan hanya beredar di pasar lokal, tapi juga pasar mancanegara.

Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Pemilik Awi Coffee, Darwin Jasmin 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tidak semua tanah daerah di Indonesia cocok ditanami kopi dan bisa menghasilkan produk biji kopi terbaik.

Tanah Karo adalah salah satu daerah yang dikenal dengan hasil biji kopi terbaiknya. Bukan hanya beredar di pasar lokal, tapi juga menembus pasar mancanegara.

Biji hitam dari daerah ini dipercaya mempunyai rasa yang unik dibandingkan dengan kopi pada umumnya. Sebagian kopi yang dikembangkan adalah kopi arabika.

Pada zaman penjajahan Belanda, kopi dari Karo sudah dibawa ke Eropa untuk diperdagangkan, dan penyebaran kopi kian semakin meluas seiring berjalannya waktu.

Walaupun Karo bukan merupakan daerah baru sebagai penghasil kopi, tapi beberapa tahun belakangan ini, banyak small holders memulai menanam kopi, selain jeruk yang merupakan kebanggaan daerah ini.

Dengan tren ini, masa depan kopi karo tentunya akan cemerlang di industri perkopian Indonesia. Potensi kopi saat ini cukup menjanjikan, mulai dari bisnis minuman, kedai kopi, hingga ekspor biji dan produk kopi ke luar negeri.

Pemilik Awi Coffee, Darwin Jasmin atau kerap disapa Ko Awi juga melihat potensi tersebut. Setiap biji kopi yang diolah Awi Coffee berasal dari Tanah Karo.

Satu di antara produk unggulan Awi Coffee adalah King Jantan yang merupakan best selling Awi Coffee yang sudah tiga tahun ini dibawa ke SCAJ Tokyo 2018, 2019, dan 2021, juga sudah rutin diekspor ke luar negeri.

Bahkan Ko Awi selalu rutin melakukan kunjungan langsung ke daerah kebun kopi milik small holders untuk melihat proses pemanenan kopi.

Small holders dari sumber biji Awi Coffee adalah Bapak Karo dan Bapak Ginting yang juga ikut mendampingi Ko Awi dalam proses pemetikan biji kopi dan mereka memproses kopi-kopi terbaik dengan hati yang gembira.

“Ketika mencoba memetik buah kopi satu per satu, saya bisa merasakan jerih payah para petani kopi dalam mengumpulkan kopi, hingga ber ton-ton di bawah panasnya sinar matahari,” kata pria yang selalu tersenyum saat melayani setiap pelanggan yang datang ke tokonya di Binjai dan Medan ini.

Kopi terbaik berasal dari kebun yang terbaik, untuk itu, Ko Awi mengaku sangat memperhatikan kualitas dari kopi yang akan dihasilkan Awi Coffee, bahkan dari proses awalnya yaitu pemetikan atau pemanenan biji kopi.

“Padahal saya baru melakukan selama dua jam. Itupun tidak kontiniu dan sering mencuri sembunyi di balik pohon. Kulit tangan dan wajah sudah merah dan sun burn saat pulang,” kata Darwin yang merupakan generasi ketiga pendiri UD Segar Harum, yang berdiri sejak 1945 silam.

Menilai proses untuk menghasilkan kopi tidak mudah, Ko Awi berkomitmen untuk mengolah biji kopi terbaik itu dengan proses yang berkualitas pula.

Be nice and not too harsh to the farmers. Appreciate their effort when you cup and grade the coffee,” ungkap Ko Awi di Instagram feed @awicoffee. (uta)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved