Banjir Rendam 15 Dusun di Desa Sei Dua Hulu, Warga Sulit Panen Sawit dan Padi
Banjir yang menggenangi Desa Sei Dua Hulu meliputi 15 dusun yang luasnya mencapai 5.525 hektare.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap |
TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Banjir yang menggenangi Desa Sei Dua Hulu, Asahan, meliputi 15 dusun yang luasnya mencapai 5.525 hektare.
Kepala Desa Sei Dua Hulu Sumardi Nasution mengatakan, banjir menggenangi perkebunan kelapa sawit milik warga sehingga sebagian warga tidak dapat panen.
"Untuk luasan banjir, ada 5.525 hektare di Desa Sei Dua Hulu ini. Hampir semuanya adalah perkebunan milik warga," kata Sumardi, Rabu (1/12/2021).
Parahnya lagi, terdapat 30 hektare persawahan milik warga tidak dapat dipanen dan dinyatakan gagal panen.
"Untuk tanaman palawija, ada 20 hektare yang gagal panen. Persawahan ada 30 hektare. Selebihnya sawit. Gagal panen semua," jelas Umar.
Ia mengatakan, areal desanya itu kebanyakan adalah perkebunan milik warga yang bergantung terhadap hasil alam.
"Paling 15 persen ini areal pemukiman. Selebihnya perkebunan warga," katanya.
Seorang warga setempat, Udin mengaku kebingungan karena buah sawit miliknya berbuah tidak sesuai dengan harapan.
"Seperti sekarang ini, kami memanen harus menggunakan sampan. Buah kecil, biaya panen besar. Sehingga kami kebingungan mau berbuat apa," keluh Udin.
Ia berharap ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mengatasi banjir yang menggenangi kampung mereka tersebut.
"Harus ada solusi kalau seperti ini. Kami sulit untuk mencari makan," harapnya. (cr2/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/banjir-di-desa-sei-dua-hulu-asahan.jpg)