Breaking News:

Harga Masih Tinggi, TPID Diminta Kerjasama dengan Produsen Migor

"Tren kenaikan CPO global yang masih berlanjut menjadi pemicu utama kenaikan harga minyak goreng.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
KARTIKA / Tribun Medan
Pengunjung saat memilih produk promo minyak goreng di Brastagi Supermarket Gatot Subroto, Jumat (28/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut mencatat jika inflasi Sumut saat ini tercatat lebih rendah dari rata-rata tiga tahun terakhir sebesar 2,09 persen secara Year on Year (YoY).

Kepala BI KPw Sumut Soekowardojo mengungkapkan jika andil inflasi bahan makanan terpantau relatif stabil dan masih dalam rentang sasaran nasional.

"Penurunan tekanan inflasi didorong oleh penurunan yang terjadi pada komoditas cabai merah, emas perhiasan, dan bawang merah," ungkap Soeko saat Rapat Koordinasi Provinsi (Rakorprov) TPID se-Sumatera Utara di Adimulia Hotel Medan, Selasa (30/11).

Sementara itu, berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga komoditas pangan strategis di Sumatera Utara terpantau relatif stabil.

Baca juga: PROMO Hypermart 23 November 2021, Minyak Goreng Cuma Fortune hanya Rp 34.290

Ada pun fluktuasi harga yang terjadi masih dalam batas kewajaran, kecuali untuk minyak goreng yang hingga hari ini masih menunjukan tren kenaikan secara konsisten, dipicu oleh tren kenaikan CPO global yang masih terus berlanjut.

"Tren kenaikan CPO global yang masih berlanjut menjadi pemicu utama kenaikan harga minyak goreng. Meski demikian, secara umum tingkat inflasi Sumatera Utara pada 2021 diperkirakan masih berada pada rentang sasaran nasional 3%±1% dengan potensi bias bawah," ujarnya.

Melihat perkembangan tersebut, Soeko mengatakan agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) segera melakukan sinergi dan koordinasi untuk meredam tingginya harga minyak goreng tersebut.

"Salah satunya dengan berkolaborasi bersama produsen utama minyak goreng sebagaimana arah kebijakan dan rekomendasi nasional yang juga telah dilakukan oleh TPID Provinsi. Agar kegiatan serupa dapat diperluas oleh TPID Kab/Kota se-Sumatera Utara khususnya sebagai persiapan menyambut HBKN Natal dan Tahun Baru 2022," tuturnya.

Dalam hal ini, Soeko menyebutkan jika penguatan strategi 4K oleh TPID menjadi faktor penting untuk menjaga ketersediaan pasokan dalam jumlah yang optimal sepanjang waktu demi menjaga stabilitas harga bahan pangan.

Ada pun 4K Ini mencakup Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif dalam rangka menjaga ekspektasi inflasi masyarakat.

"Perluasan KAD dan pemanfaatan teknologi pertanian menjadi suatu alternatif pilihan, selain penguatan sinergi dan kelembagaan dengan turut menggandeng pihak swasta untuk turut terlibat dalam upaya stabilisasi harga pangan. Seperti pelaksanaan pasar murah bersama produsen yang saat ini sedang berlangsung di beberapa Kab/Kota di Sumatera Utara untuk sebagai upaya stabilisasi minyak goreng," pungkasnya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved