Breaking News:

News Video

Mahasiswa Toba Kembali Pertanyakan Dugaan Penyelewengan Dana Jagung Rp 6,1 Milliar

Sebelumnya, menurut Noven mereka telah melakukan aksi unjuk rasa di Pelataran Mako Polda Sumut, Kamis (16/9/2021) Lalu. Noverintus Panjaitan selaku

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: heryanto

Mahasiswa Toba Kembali Pertanyakan Dugaan Penyelewengan Dana Jagung Rp 6,1 Milliar

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Aliansi Mahasiswa Toba (AMTB) merasa belum menemukan jawaban atas penanganan kasus dugaan kegagalan penanaman bibit jagung yang berbiaya Rp 6,1 Milliar di Kabupaten Toba. Noverintus Panjaitan ditemui di Medan, Rabu (1/12/2021) mengatakan, AMTB akan kembali mempertanyakan kelanjutan kasus tersebut ke pejabat Polda Sumut dan Kejatisu.

"Ini kami dari AMTB akan kembali turun ke jalan mempertanyakan sejauh mana proses hukum yang sedang berjalan dalam penyelidikan Polda Sumut terhadap Bupati Toba Poltak Sitorus," kata Noven.

Sebelumnya, menurut Noven mereka telah melakukan aksi unjuk rasa di Pelataran Mako Polda Sumut, Kamis (16/9/2021) Lalu. Noverintus Panjaitan selaku orator aksi ketika itu meminta Kapolda Sumut megawasi kegagalan penanaman bibit jagung yang berbiaya Rp 6,1 Milliar.

Sebagaimana, menurut Noverintus saat ini situasi pandeemi Covip 19 pemerintah pusat dan daerah melakukan program pemilihan ekonomi ditengan-tengah masyarakat. Seperti di Kabupaten Toba, terkhusus masalah bantuan, Bupati Toba Poltak Sitorus membuat terobosan baru melalui bantuan benih Jagung sebanyak 50 Ton dengan nilai Rp 6,1 miliar.

Namun program dan bantuan benih jagung tersebut, menurut Noverintus kurang tepat sasaran. Dimana Kababupaten Toba lebih banyak petani padi.

Noverintus meilai program penanaman jagung tersebut kurang tepat sasaran. Dan mereka minlilai ada indikasi dugaan penyelewengan dana bibit Jagung Rp 6,1 miliar.

Atas aksi demo AMTB beberapa waktu lalu di Kantor Polda Sumut Noven meminta kapoldasu dan Kejatisu agar mengusut tuntas dan selidiki pengadaan bibit jagung tersebut. Namun, menurut Noven hingga saat ini belum ada tanda-tanda hasil pemeriksaan atas dugaan kasus penyelewengan penanaman bibit jagung yang berbiaya Rp 6,1 Milliar di Kabupaten Toba tersebut.

"Sebelumnya kami telah melakukan aksi untuk mempertanyakan itu kepada pihak Polda Sumut dan Kejatisu, tapi beum ada hasil, kenapa. Kami jadi menduga, apakah pihak Poldasu dan Kejatisu terlibat juga dalam pengadaan ini m", ujar Noven.

(Jun-tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved