Breaking News:

Soal Varian Covid-19 Omicron Masuk Sumut, Ini Jawaban Gubernur Sumut Edy Rahmayadi

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memberikan penjelasan soal varian baru virus Covid-19 Omicron

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat memberikan keterangan. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Singapura melalui Kementerian Kesehatannya telah mengkonfirmasi bahwa ada dua orang penumpang Singapore Airlines yang terpapar varian Covid-19 Omicron, saat transit di Bandara Changi.

Diketahui, dua orang ini akhirnya melanjutkan perjalanan ke Australia.

Karena kasus Covid-19 Omicron ini terbilang membahayakan dan bisa saja dikhawatirkan masuk ke Sumut, Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut angkat bicara.

Baca juga: Bagaimana Strategi Investasi di Tengah Pandemi Varian Omicron? Simak Jawabannya

Kata Edy Rahmayadi, bahwa hingga kini belum ada sama sekali dibuka pintu kedatangan internasional, baik penerbangan maupun pelayaran di Sumut.

Sehingga, wilayah Sumut masih masuk kategori wilayah aman dalam upaya mengantisipasi penularan varian Omicron.

"Kita masih belum membuka, bukan hanya Singapura untuk seluruh negara masuk ke Indonesia, itu pintunya Jakarta. Ada isolasi yang belum berubah sampai saat ini, khusus di Indonesia. dan Sumut tak punya wewenang untuk itu," sebut Edy, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Nasib Ayu Ting Ting Liburan di Amerika di Tengah Munculnya Varian Omicron, Ini Larangan Pemerintah

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi, termasuk memperketat jalur ilegal yang masih sering dimanfaatkan sebagai pintu masuk, seperti melalui perairan Batubara dan Tanjungbalai.

"Nah, ini yang sudah kita koordinasikan dengan Wali Kota Tanjungbalai dan Bupati Batubara yang harus kita tekankan secara ketat untuk menjaga hal itu," ucapnya.

Sementara Bidang Kesehatan Satgas Covid-19 Sumut, dr Inke Lubis menyebutkan, upaya mengantisipasi varian Omicron masuk ke Sumut, salah satunya membatasi kedatangan orang dari luar negeri.

Baca juga: Kasus Varian Omicron Telah Terkonfirmasi di 17 Negara, Ini Daftar Negaranya!

Di samping juga memberlakukan karantina ketat bagi setiap orang yang masuk ke Indonesia.

"Antisipasinya memang dengan membatasi orang yang dari luar negeri, dan harus dikarantina, apakah orang positif atau tidak, dan apakah virusnya itu mempunyai varian yang baru," katanya.

Maka, pihaknya menekankan penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada seluruh masyarakat. Sebab, belum diketahui efektivitas vaksin terhadap varian Omicron.

"Untuk masyarakat sendirinya tentunya harus tetap menjaga prokes, karena vaksin sendiri belum kita ketahui seberapa efektif untuk mencegah ini," pungkasnya.(ind/tribun-medan.com)
 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved