Breaking News:

Agen BRILink Sejak 2018, Kini Jackson Naik Kelas Jadi Juragan

Menjadi agen BRILink sejak tahun 2018, Jackson kini sukses naik kelas menjadi 'Juragan' sejak bulan Juli 2021 lalu.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Jackson Malau menjalankan usaha fotokopi sambil menjadi agen BRILink. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjadi agen BRILink sejak tahun 2018, Jackson kini sukses naik kelas menjadi 'Juragan' sejak bulan Juli 2021 lalu.

Peringkat Juragan ini ia dapatkan setelah berhasil melakukan transaksi sebanyak minimal 1.500 transaksi dalam satu bulan.

"Sejak Juli, saya sudah naik kelas jadi Juragan dan stabil untuk transaksi itu di atas 1.500 sampai 1.800. Nah waktu di bulan Agustus sampai September itu ada lakukan transaksi sampai 2.000 kali," ungkap Jackson, Kamis (2/11/2021).

Dikatakan Jackson, transaksi yang melonjak tinggi terjadi saat momen panen durian dan momen pekan pasar tiap Senin yang juga menjadi panen transaksi bagi Jackson.

"Pada saat itu, momennya hasil panen pertanian seperti durian yang membuat orang-orang sibuk bertransaksi. Tauke-tauke durian pun bertransaksi dari Agen BRILink juga. Jadi masyarakat panen durian ini bertransaksi untuk penyetoran gak lagi pakai tunai tapi dari nontunai, jadi keuntungan juga bagi kita sebagai agen BRILink saat itu," ujarnya.

Diceritakan Jackson, keberhasilan mendapatkan 1.800 transaksi per bulan bukanlah langsung ia dapatkan begitu saja. Sebelumnya, ia juga harus merintis dari awal sejak masih mendapatkan 5-7 transaksi setiap harinya.

Kondisi ini tak lantas membuat Jackson lesu, bahkan ia semakin terpacu untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan agar para nasabah dapat selalu melakukan transaksi kepada dirinya.

"Dengan bertambahnya transaksi kita otomatis pendapatan kita bertambah. Semakin banyak warga yang bertransaksi dengan kita akan membuat masyarakat lain untuk datang ke kita," tutur Jackson.

Bagi Jackson untuk mendapatkan loyalitas dari nasabah, dirinya tak mematok biaya administrasi tinggi dalam setiap transaksi. 

"Tips paling utamanya biaya administrasi ke nasabah kita buat standarnya biar tak membebani para nasabah. Apalagi kita yang tinggal di pedalaman ini, biaya untuk menyetor ke kota saja membutuhkan waktu sampai dua jam, sebenarnya disini juga kena di biaya operasional ke kita, tapi agar tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat, kita minimkan biayanya agar masyarakat enggak terlalu terbeban saat transfer dan tarik tunai," kata Jackson.

"Beberapa dari mereka ini bilang lebih baik lewat BRILink saja karena kalau untuk ke kota setor uang juga ongkos minyaknya juga besar karena tempuh perjalanan sampai dua jam dan lebih aman dan mengantisipasi kecelakaan di jalan juga," lanjutnya.

Jackson juga mengatakan jika untuk mengoptimalkan nasabah untuk bertransaksi, ia menerapkan jam operasional BRILink dibuka pada Senin-Sabtu: 06.00 s/d 22.00 dan Minggu: 06.00 s/d 09.00 dan 13.00 s/d 22.00 (karena ibadah Minggu). (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved