Breaking News:

Organda Deliserdang Minta Ada Angkutan Pengumpan untuk Trans Metro Deli

Organda Kabupaten Deliserdang mendesak agar Pemkab Deliserdang menjadikan angkutan desa menjadi angkutan pengumpan perkotaan.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Penumpang saat mengantre naik bus Trans Metro Deli rute Lapangan Merdeka-Belawan di Halte Balai Kota, Rabu (26/5/2021).(TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI) 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Deliserdang mendesak agar Pemkab Deliserdang menjadikan angkutan desa menjadi angkutan pengumpan perkotaan.

Ketua Organda Deliserdang, Frans T Simbolon mengatakan, program layanan angkutan pengumpan (feeder) sudah diterapkan oleh Kementerian Perhubungan di beberapa wilayah di Indonesia.  Pemerintah membeli pelayanan dari operator angkutan yang berbadan hukum atau pihak ketiga dengan konsep buy the service (BTS).

"Sudah seharusnya Pak Bupati merealisasikan angkutan pengumpan perkotaan ini karena posisi wilayah Deliserdang yang mengelilingi Kota Medan. Bisa dikatakan masyarakatnya 80 persen melakukan kegiatan sehari-hari menuju Kota Medan. Saat ini berkembangnya kota-kota kecamatan di wilayah Deliserdang ditambah adanya Bandara Kualanamu sangat mendukung pelaksanaan angkutan pengumpan perkotaan untuk direalisasikan," kata Frans Simbolon Kamis, (2/12/2021)

Frans menilai banyak koridor-koridor yang akan dibuka sehingga antar kecamatan di Kabupaten ini dapat terhubung seluruhnya. Menurutnya, konsep BTS ini sangat menjamin pengusaha angkutan untuk berusaha di sektor transportasi umum karena pemerintah membayar layanan kendaraan tersebut sehingga driver tidak lagi harus kejar-kejaran mencari penumpang yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Karena hal itu nantinya angkutan juga bisa lebih teratur dan nyaman bagi penumpang karena pemerintah membayar setiap kilometer kendaraan.

"Kami akan mengoperasikan kendaraan baru yang dilengkapi dengan GPS nantinya, driver memakai baju seragam dan tanda kartu pengenal driver. Kemudian warna kendaraan dibuatkan satu warna semua dengan warna kebanggaan dari Pemkab. Kendaraan akan menjadi pengumpan bagi angkutan massal perkotaan Trans Metro Deli menuju kota Medan,"kata Frans. 

Frans menyebut bus Trans Metro Deli sudah beroperasi karena adanya permintaan dari Pemko Medan dan bentukan dari Kementerian Perhubungan supaya mengelola transportasi yang teratur.

"Bus Trans Metro Deli itukan cuma di jalur utama dan enggak bisa ke pinggir. Nah itulah perlunya angkutan pengumpan. Dishub nanti yang menjadi pengawasnya. Kita minta Pak Bupati bisa minta juga ke kementerian bekerjasama dan seperti apa caranya nanti supaya kementerian juga buat di Deliserdang. Angkutan pengumpan angkutannya itu angkot jenisnya bukan bus. Sudah 5 daerah itu beroperasi setau kita,"ucap Frans.

Frans menyebut ini adalah salah satu cara untuk menghidupkan angkutan pedesaan. Hal ini lantaran untuk angkutan pengumpan akan dibayar per Rp 5 ribu untuk satu kilometernya dan harus beroperasi 150 sampai 200 km perhari. Saat beroperasi tidak boleh driver menurunkan penumpang sesuka hati tempatnya karena bisa di denda. Sistem pembayaran oleh penumpang akan memakai sistem e money. 

"Bupati jangan sampai kecolongan. Angkutan penumpang Medan itu akan beroperasi ditenderkan bulan April tahun 2022. Deliserdang jangan ketinggalan. Maksud Organda begitu," katanya. 

Kepala Dinas Perhubungan Deliserdang, Suryadi Aritonang menjelaskan saat ini angkutan pengumpan belum ada regulasinya. Ia menyarankan agar Organda bisa menyurati pihak Kementerian Perhubungan agar kedepannya bisa diprogramkan di Deliserdang. Ia menyebut banyak hal yang harus diperhatikan kalau akan memberlakukan angkutan pengumpan. 

"Bukan enggak mungkin apa yang diharapkan Organda itu, tapi mungkin  bukan sekarang ini. Ya angkutannya juga kan enggak sembarangan. Pasti lah ada standarnya nanti, karena berkaitan dengan kenyamanan penumpang. Organda surati saja Kementerian agar bisa diprogramkan nantinya. Bukan dari kammi seperti itu," kata Suryadi.

Mantan Kasatpol PP Deliserdang ini menyebut untuk angkutan Medan Binjai Deliserdang pada tahun 2022 akan diluncurkan angkutan dengan Bus BRT. Ini merupakan program dari Kementerian Perhubungan yang dimotori oleh Gubernur. Dalam hal ini kewenangan Pemerintah Daerah hanya sebatas melakukan dukungan saja. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved