Breaking News:

Organda Desak Pemkab Deliserdang Jadikan Angkutan Desa Jadi Feeder

Pemkab Deliserdang didesak agar jadikan angkutan desa sebagai angkutan pengumpan perkotaan atau feeder sesuai aturan yang berlaku

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/INDRA
SATU trayek angkutan pedesaan yang ada di Deliserdang, Ultra 09 melintas di jalan Tembung Medan, Rabu (17/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG- Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Deliserdang mendesak agar Pemkab Deliserdang bisa merealisasikan angkutan desa menjadi angkutan pengumpan (feeder) perkotaan. 

Program layanan angkutan pengumpan (feeder) disebut pihak Organda sudah direalisasikan oleh Kementerian Perhubungan di beberapa wilayah di Kabupaten/Kota di Indonesia. 

Ketua Organda Deliserdang, Frans T Simbolon menyebut konsep feeder di beberapa Kabupaten/Kota, pemerintah membeli pelayanan dari operator angkutan yang berbadan hukum atau pihak ketiga dengan Konsep Buy The Service (BTS).

Baca juga: Ketua Organda Nilai Wacana Aturan Ganjil-Genap Jalur Medan-Berastagi Bukan Solusi Jangka Panjang

"Sudah seharusnya Pak Bupati merealisasikan angkutan pengumpan perkotaan ini karena posisi wilayah Deliserdang yang mengelilingi Kota Medan.

Bisa dikatakan masyarakatnya 80 persen melakukan kegiatan sehari-hari menuju Kota Medan.

Saat ini berkembangnya kota kota kecamatan di wilayah Deliserdang ditambah adanya Bandara Kualanamu sangat mendukung pelaksanaan angkutan pengumpan perkotaan untuk direalisasikan,"kata Frans Simbolon Kamis, (2/12/2021).

Frans menambahkan cukup banyak koridor-koridor yang akan dibuka sehingga antar Kecamatan di Kabupaten ini dapat terhubung seluruhnya. 

Disebut kalau konsep BTS ini sangat menjamin pengusaha angkutan untuk berusaha di sektor transportasi umum karena pemerintah membayar layanan kendaraan tersebut sehingga driver tidak lagi harus kejar-kejaran mencari penumpang yang dapat mengakibatkan kecelakaan. 

Baca juga: Organda Akan Geruduk Pertamina Bila Tak Mampu Selesaikan Kelangkaan BBM di Sumut

Karena hal itu nantinya angkutan juga bisa lebih teratur dan nyaman bagi penumpang karena pemerintah membayar setiap kilometer kendaraan.

"Kami akan mengoperasikan kendaraan baru yang dilengkapi dengan GPS nantinya, driver memakai baju seragam dan tanda kartu pengenal driver kemudian warna kendaraan kita buatkan satu warna semua dengan warna kebanggaan dari Pemkab.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved