Breaking News:

Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan Mandala By Pass, Warga Keluhkan Bau Busuk

Warga mengeluhkan tumpukan sampah di Jalan Mandala By Pass, Kecamatan Medan Tembung Kota Medan, Kamis (2/12/2021). 

TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA
Tumpukan sampah di Jalan Mandala By Pass, Kecamatan Medan Tembung Kota Medan, Kamis (2/12/2021). Tumpukan sampah berada di tepi jalan tepat di atas saluran drainase. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Warga mengeluhkan tumpukan sampah di Jalan Mandala By Pass, Kecamatan Medan Tembung Kota Medan, Kamis (2/12/2021). 

Tumpukan sampah memanjang di tepi jalan tak jauh dari simpang Jalan Letda Sujono dan Jalan Mandala By Pass. 

Tumpukan sampah berada di tepi jalan tepat di atas saluran drainase. 

Bau tak sedap hingga menusuk hidung juga tercium oleh setiap pengendara yang lewat. 

Seorang warga sekitar, Iskandar mengatakan tumpukan sampah di Jalan Mandala By Pass memang dikutip setiap pukul 09.00 WIB. Namun ia mengaku sampah yang sempat bermalam tersebut mengganggu ketenangan warga. 

"Memang ini dikutip pukul 9 atau pukul 10 gitu, tapi pagi-pagi ya terganggu kalau orang lewat," kata Iskandar, Kamis (2/12/2021). 

Dikatakannya, oknum yang membuang sampah tidak begitu diketahui berasal dari mana, kemungkinan besar adalah warga sekitar yang tinggal tidak jauh dari Jalan Mandala By Pass. 

"Ya, warga sekitar juga. Tapi kalau kami enggak buang di situ. Kan sudah ada yang ngutip sampah, itu bayar tiap bulannya. Itu yang buang sembarangan begitu ya mereka tidak mau bayar, jadi tinggal buang gitu aja," tuturnya. 

Warga lainnya, Rani mengatakan untuk biaya pengutipan sampah, warga sekitar dikutip Rp 15.000 setiap bulannya. Petugas pengutip sampah biasanya datang dua hari sekali. 

"Kami dikutip Rp 15 ribu setiap bulan. Ada bukti pembayarannya. Katanya itu diangkut ke TPS tapi saya kurang tau juga gimana," ungkapnya. 

Rani menuturkan jika tumpukan sampah di sepanjang Jalan Ismail Harun terkesan adanya pembiaran sehingga terus terjadi dan semakin parah. 

"Namanya dibiarkan dan tidak ada sanksi. Jadi akan terus begitu. Orang makin bebas karena inikan lahannya kosong, jadi mereka berpikir ya itu memang tempat sampah. Padahal kan ini jalan umum," tuturnya. 

Ia berharap pemerintah setempat dapat lebih memperhatikan banyaknya tumpukan sampah yang mengular di sepanjang Jalan Ismail Harun. Ia berharap pelaku yang membuang sampah dapat diberi sanksi. 

"Kalau dibilang terganggu ya pasti ya. Karena sudah menumpuk begitu dan kalau hujan juga sampahnya basah jadi baunya semakin menjadi. Harapannya kalau bisa diperhatikan sepanjang jalan ini sudah banyak dijadikan tempat buang sampah, maunya lebih diperhatikan lah," pungkasnya. (cr14/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved