Breaking News:

Siapkan Dana Penanganan Banjir dan Infrastruktur Rp 1 Triliun, Bobby Nasution Ultimatum Dinas PU

Bobby Nasution siapkan dana Rp 1 triliun untuk penanganan banjir dan infrastruktur di Kota Medan. Ultimatum Dinas PU agar lakukan ini

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Array A Argus
Istimewa
Pemerintah Kota Medan bergerak cepat untuk membangun jalan rusak di berbagai kawasan di Kota Medan. Karena itu, Bobby Nasution meminta warga untuk bersabar. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyiapkan anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk penanganan banjir dan pembenahan infrastruktur di Kota Medan tahun 2022.

Bobby mengatakan, anggaran ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan anggaran tahun-tahun sebelumnya. 

"Untuk infrastruktur baik jalan dan drainase ada Rp 1 triliun, ini sudah disahkan di APBD Medan tahun 2022 kemarin bersama DPRD," ujar Bobby dalam rapat evaluasi penanganan banjir di Gedung PKK Medan, Kamis (2/12/2021). 

Baca juga: Pengertian Suprastruktur dan Infrastruktur Politik di Indonesia Beserta Contohnya

Dengan anggaran Rp 1 triliun tersebut, Bobby mengingatkan Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan untuk dapat memaksimalkan realisasinya sepanjang tahun 2022.

Ia meminta realisasi anggaran tidak di bawah 90 persen. 

"Ini anggaran yang saya minta harus terealisasi tahun 2022 harus terealisasi. Saya tidak mau ada lagi realisasi di bawah 90 untuk anggaran ini baik untuk penanganan banjir maupun perbaikan jalan rusak di Kota Medan," katanya. 

Selain itu, Bobby juga meminta Dinas PU tidak menjadikan alasan kekurangan dana untuk tidak melakukan perbaikan drainase dan perawatan infrastruktur lainnya secara maksimal. 

Baca juga: Pulau Jalan Rusak akan Segera Diperbaiki Dinas LH Langkat 

"Ini sudah saya katakan kita tambah anggarannya, jadi tidak ada lagi alasan kekurangan dana makanya pekerjaannya tidak maksimal," tuturnya. 

Sebelumnya dalam rapat evaluasi penanganan banjir, tercatat ada 1332 titik genangan yang tersebar di Kota Medan. 

Jumlah titik tersebut kemudian diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal di antaranya intensitas genangan, tinggi genangan, luas genangan, dan lama genangan. 

Bobby mengatakan, pihaknya memprioritaskan pengurangan banjir yang lama genangannya lebih dari delapan jam. 

"Nah ini kita coba terus untuk mengurangi jumlah titik genangan, walaupun belum semua titik bisa dikurangi namun intensitasnya, lama genangan, itu yang tadi saya lihat ada yang lima jam bahkan sampai di atas 8 jam,"

"Itu kita mau minimal yang intensitas 8 jam hilang walaupun belum semua bisa kita selesaikan," tuturnya. 

Baca juga: Jalan Rusak di Kabupaten Sergai Sebabkan Truk Pengangkut Padi Terguling

Ia juga mengatakan terdapat dua opsi penanganan genangan yang ada di Medan yakni genangan yang mengalir ke sungai maupun genangan yang harus meresap ke dalam tanah. 

"Ini juga terus kita koordinasikan tetap, terus bersama-sama, ini semua titik yang disampaikan tadi ada yang dibuang ke sungai ada yang seharusnya masuk ke dalam tanah, itu intinya, persentase pembagian masuk ke dalam tanah dan buang ke sungai ini harus jelas," ucapnya.(cr14/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved