Breaking News:

Enam Bulan Menanti, Keluarga Mantan Petinju Nasional Harianto Sihotang Akhirnya Terima Hasil Autopsi

Hasil autopsi jenazah mantan petinju nasional, Harianto Candra Sihotang akhirnya keluar setelah enam bulan berlalu.

TRIBUN MEDAN/HO
Foto semasa hidup Harianto Candra Sitohang, mantan petinju nasional asal Kabupaten Deliserdang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hasil autopsi jenazah mantan petinju nasional, Harianto Candra Sihotang akhirnya keluar setelah enam bulan berlalu.

Diketahui Harianto atau yang lebih dikenal Orlando Sihotang sebelummya ditemukan tewas meninggal dunia dengan kondisi terlungkup di areal persawahan Desa Ramunia 1 Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deliserdang pada Sabtu (5/6/2021) yang lalu.

Kematian Orlando sempat mendapat kejanggalan dari pihak keluarga dan langsung melakukan autopsi secara pribadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deliserdang. Namun, pihak keluarga belum mendapatkan hasil dari autopsi tersebut.

Keluarga akhirnya mendapatkan hasil autopsi tersebut setelah mendatangi Polresta Deliserdang dan berjumpa dengan Wakasat Reskrim, AKP Alex Piliang.

"Itu dibacakan kemarin bang waktu kita datang ke polresta Deliserdang, diruangan wakasat reskrimnya, itupun setelah kita desak. udah 6 bulan lamanya baru itu diperlihatkan ke kami dan keluarga," ujar kuasa hukum keluarga korban, Daniel Simbolon, Jumat (3/12/2021).

Daniel mengatakan, adapun hasil autopsi tersebut menyebut bahwa terdapat beberapa bekas luka didalam tubuh korban.

"Dalam hasil otopsi tersebut dijelaskan ada luka memar dibagian depan leher panjang luka 15 cm dan lebar luka 7 cm dan ada beberapa luka lainnya dibahagian dada dan tubuh lainnya," terangnya.

Ia sangat menanyakan tindakan yang dilakukan oleh Polresta Deliserdang yang cukup lama memberikan hasil dari autopsi tersebut.

"Yang jadi pertanyaannya adalah kenapa baru hari senin yang lalu pihak polrestanya mau memperlihatkan dan membaca hasil otopsi tersebut kepada pihak keluarga dan penasihat hukumnya? Itupun setelah kita mendesak pak Wakasat reskrimnya didalam ruangannya saat itu, dan kami juga menyampaikan sikap dan prilaku pnyidiknya yang kami anggap tidak profesional," tegasnya.

Ia juga melaporkan atas perilaku tersebut ke Propam Polda Sumut kerena dinilai terlalu lambat dan tidak profesional.

"Kami menghimbau kepada beliau agar penyidik tersebut diganti karena kami anggap lambat dan tidak profesional dalam menangani perkara ini," tandasnya.

Terpisah, Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih akan melakukan gelar perkara untuk mendapatkan hasilnya.

"Nanti kami akan gelarkan dari hasil penyelidikan untuk menyimpulkan penyebab kematiannya, saat ini masih sedang proses jadi belum bisa disimpulkan," tutupnya. (cr7/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved