Breaking News:

Produsen Ingin Kerupuk Kulit Ikan Nila Jadi Oleh-oleh Khas Wisata Danau Toba

Kelompok perempuan di pinggiran Danau Toba berkreasi menghasilkan jajanan ringan untuk wisatawan berupa kerupuk kulit ikan nila.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Anggota PKK Kecamatan Pematang Sidamanik menunjukkan produk olahan kulit ikan nila, Jumat (3/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Kelompok perempuan di pinggiran Danau Toba berkreasi menghasilkan jajanan ringan untuk wisatawan berupa kerupuk kulit ikan nila.

Mereka mendapatkan pembinaan dari salah satu perusahaan lokal PT Toba Tilapia untuk mendukung proses pembuatan jangan kerupuk kulit ikan ini.

"Setiap Jumat dan Sabtu, kami berkumpul di rumah saya dan mendapatkan pelatihan cara membuat kerupuk dari kulit ikan nila. Dari mulai cara membersihkan, mengeringkan, membumbui hingga cara menggoreng yang membuat kulit ikan menjadi renyah,” kata Demi Krista Sidauruk, anggota PKK Simalungun.

Warga Dusun II Huta Bolon, Nagori Pematang Tambun Raya, Kecamatan Pematang Sidamanik ini mengatakan, para ibu PKK mendapat pelatihan dan pendampingan dalam memanfaatkan bagian dari ikan nila yang dapat bernilai ekonomi. Dalam program ini, PT STP berperan sebagai fasilitator awal,

Kerupuk kulit ikan produk hasil olahan anggota PKK Simalungun memiliki kemasan bernama Tabo Tilapia Skin. Produk kini mulai dipasarkan di lokasi-lokasi wisata, warung, dan restoran di Simalungun dan sekitarnya.

Olahan kulit tilapia ini diharapkan menjadi oleh-oleh khas dari daerah ini.

“Kami berharap produk Tabo Tilapia Skin olahan ibu-ibu di daerah ini dapat disukai oleh para wisatawan yang datang. Ke depannya, kami juga ingin kerupuk kulit ikan buatan kami dapat menjadi ciri khas Danau Toba yang bisa dikenal masyarakat se-Indonesia bahkan dunia,” ujar Demi.

Imam Santoso, Deputy Head of Tilapia Operation PT STP menyampaikan, pembinaan ini merupakan bentuk komitmen dalam merangkul masyarakat untuk dapat mengembangkan diri. Terlebih, dengan dicanangkannya Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

"Masyarakat setempat harus dapat mandiri dan berdaya saing di industri pariwisata.”

Dengan ditetapkannya DPSP untuk Danau Toba, Imam menyebut tentunya potensi kunjungan wisatawan di masa yang akan datang akan semakin meningkat. Kedatangan wisatawan merupakan potensi yang baik untuk para anggota PKK memasarkan produk kerupuk kulit ikan hasil olahannya. (alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved