Breaking News:

Ekspor Sumut Meningkat 42 Persen, Industri Miliki Andil Besar

Bila dibandingkan dengan Oktober 2020, ekspor Sumatera Utara mengalami kenaikan sebesar 42,72 persen.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi pada acara Workshop Wartawan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pertumbuhan ekspor di Sumatera Utara tercatat mengalami pertumbuhan positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada Oktober 2021 mengalami kenaikan dibandingkan September 2021, yaitu dari US$1,06 miliar menjadi US$1,10 miliar atau naik sebesar 3,70 persen.

Bila dibandingkan dengan Oktober 2020, ekspor Sumatera Utara mengalami kenaikan sebesar 42,72 persen.

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi mengungkapkan jika komoditi dari sektor industri memiliki andil besar dalam pertumbuhan ekspor di Sumut.

Sektor Industri pada Oktober mengalami kenaikan US$42,54 juta (4,21%) dibandingkan September 2021, sedangkan sektor Pertanian turun sebesar US$3,30 juta (6,70%).

Baca juga: Wakil Bupati Deliserdang Beri Motivasi Wisudawan UMA, Peluang di Era Revolusi Industri 4.0

Sektor pertambangan dan penggalian mengalami kenaikan sebesar 61,56 persen dari sebesar US$30 pada september 2021 menjadi US$48 pada Oktober 2021.

"Kontribusi nilai ekspor sektor industri terhadap total nilai ekspor Oktober, sebesar 95,81 persen, sektor pertanian sebesar 4,19 persen, dan sektor pertambangan dan penggalian, sektor minyak dan gas, serta sektor lainnya sebesar 0 persen," ungkap Syech, Sabtu (4/12).

Dijelaskan Syech, selama Oktober 2021 negara Tiongkok, Amerika Serikat dan India menjadi pangsa ekspor terbesar Sumatera Utara, masing-masing sebesar US$187,22 juta, US$122,20 juta dan US$64,74 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,01 persen.

"Sekitar 35,01persen barang ekspor dari Sumatera Utara dipasarkan ke kawasan Asia di luar ASEAN," ujar Syech.

Ada pun untuk kawasan Asia di luar ASEAN, Jepang dan Pakistan juga merupakan pangsa ekspor masing-masing sebesar US$38,40 juta dan US$45,06 juta.

Pada periode Januari-Oktober 2021 dibandingkan periode yang sama tahun 2020, negara tujuan utama yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar adalah Tiongkok sebesar US$556,20 juta (63,10%) diikuti Amerika Serikat sebesar US$400,86 juta (49,76%) dan Rusia sebesar US$344,08 juta (235,77%).

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved