Breaking News:

Kapolda Sumut Irjen Panca Bantu Keluarga Darwin Sitepu, Korban Tewas Akibat Dibakar

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra melalui Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting, memberikan bantuan kepada keluarga Darwin Sitepu.

Penulis: Satia | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting menyerahkan bantuan kepada keluarga Darwin Sitepu, di Dusun Simpang Burah, Kecamatan Seibingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (4/12/2021). 

TRIBUN MEDAN.com, BINJAI - Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra melalui Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting, memberikan bantuan kepada keluarga Darwin Sitepu yang tewas dengan cara mengenaskan.

Darwin Sitepu dibakar hidup-hidup oleh sekelompok orang hanya karena menegur duduk di gubuk.

Bantuan berupa uang tunai diserahkan langsung kepada Istri korban Trisnawati Br Ginting, di kediamannya Dusun Simpang Burah, Kecamatan Seibingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (4/12/2021). 

AKBP Ferio Sano Ginting mengatakan, bahwa Kapolda mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang menimpa Darwin Sitepu. 

Kepolisian berjanji akan secepatnya mengusut tuntas kasus pembunuhan ini dan menangkap para pelaku yang tega menganiaya korban hingga tewas. 

"Polres Binjai akan bekerja keras menangkap para pelaku yang telah menghilangkan nyawa korban. Kepada keluarga Almarhum kami harap tabah dan tegar atas perisitiwa ini," katanya.

Trisnawati Br Ginting mengucapkan terima kasih aatas perhatian Kapolda Sumut dan Kapolres Binjai. 

"Saya ucapkan terima kasih  atas perhatian pihak kepolisian atas tragedi yang menimpa suami saya, khusunya kepada Kapolda Sumut dan Kapolres Binjai. Saya harap peristiwa ini ditangani dengan seadil-adilnya," kata Trisnawati. 

Darwin Sitepu (48), tewas dibakar hidup-hidup oleh sekelompok pria. Ketika itu, korban tengah duduk di sebuah gubuk di Dusun Kuta Jering, Desa Belintang, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Korban meninggal dunia dengan kondisi yang cukup mengenaskan. 

Sekujur tubuhnya dilalap api dan jasadnya langsung dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi. Sebelum dibakar Darwin, juga sempat dianiaya oleh para pria tersebut. Darwin sendiri memiliki tiga orang anak dan meninggalkan seorang istri yang tengah hamil. (wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved