Breaking News:

Ini Dia Strategi dan Contoh Merealisasikan Cuan Cepat di Pasar Saham

Strategi fundamental merujuk pada kinerja keuangan perusahaan, historical growth perusahaan, dan proyeksi di masa depan.

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
Muhammad Pintor Nasution 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Investasi saham di pasar modal Indonesia, selain sebagai sebuah strategi investasi kini menjadi gaya hidup terutama bagi para milenial, profesional muda, atau entrepreneur muda.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi fasilitator bagi perdagangan saham melalui perusahaan efek yang menjadi broker dealer, tempat para investor membuka rekening efek.

Pertanyaan kerap muncul, bagaimana cara seorang investor merealisasikan keuntungan alias cuan dari transaksinya di pasar saham? Memang karakter investasi saham semestinya jangka panjang, karena semakin panjang horizon investasi, akan semakin terhindar dari risiko fluktuasi harga jangka pendek. Namun, investor muda banyak yang lebih tertarik mendapatkan cuan cepat.

Disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara, Muhammad Pintor Nasution, ada dua strategi investasi di pasar saham, yaitu strategi fundamental dan teknikal.

Strategi fundamental cocok untuk investor jangka panjang. Tokoh investor terkenal dan legendaris yang menggunakan strategi ini adalah Warren Buffet. Strategi fundamental merujuk pada kinerja keuangan perusahaan, historical growth perusahaan, dan proyeksi di masa depan.

Naik turunnya harga saham dalam kurun waktu kurang dari lima tahun tidak terlalu dihiraukan. Karena jika terjadi penurunan harga saham, maka itu baru disebut sebagai potential loss atau potensi kerugian.

Baca juga: Varian Omicron Tekan Pasar Saham, Para Trader Beralih ke Pasar Kripto, Bitcoin Melesat Tajam

Sementara kenaikan harga jangka pendek juga baru menjadi potential gain atau potensi keuntungan sebelum direalisasikan atau dijual kembali.

Investor fundamental baru merealiasasikan cuan, jika waktu yang ditargetkan tercapai dan nilai perusahaan di pasar yang tercermin dalam harga sahamnya sudah melebihi nilai buku saham perusahaan tersebut.

Potential gain baru menjadi cuan jika saham tersebut sudah dijual dengan harga jual saham di atas harga beli. Investor melakukan penawaran jual (offer), dan jika ada yang membeli, maka investor sudah merealisasikan keuntungan, tinggal menunggu penyelesaian transaksi (T+2) dan uang hasil penjualan yang terdiri atas modal investasi dan keuntungan (capital gain) diterima di rekening dana milik investor.

Keuntungan penjualan saham atau capital gain dihitung dari selisih antara harga beli saham dengan harga jual saham. Pintor memberikan contoh, investor membeli saham seharga Rp 1.000 per lembar, dengan pembelian minimal 1 lot saham (100 lembar).

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved