Breaking News:

Jabatan Terlalu Singkat, Usul Susanti Tolak Dilantik Menguat

Bayang-bayang pendeknya masa jabatan mengintai mengingat Pemerintah berencana menyelenggarakan Pilkada serentak tahun 2024 nanti.

Tribun Medan/Dedy
dr Susanti Dewayani. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah baru akan mengakhiri masa dinasnya dalam waktu normal, Februari 2022 tahun depan. Sementara itu, Wakil Wali Kota Pematangsiantar Terpilih Susanti Dewayani sudah menunggu sejak terpilih bersama Almarhum Asner Silalahi, 9 Desember 2021.

Bayang-bayang pendeknya masa jabatan mengintai mengingat Pemerintah berencana menyelenggarakan Pilkada serentak tahun 2024 nanti.

Berdasarkan amatan Direktur Institute Law of Justice (ILAJ) , Fawer Full Fander Sihite, Minggu (5/12/2021) alangkah baiknya memperpanjang masa jabatan Wali Kota Hefriansyah hingga Pilkada 2024, bila diizinkan undang-undang.

Ia menilai, nantinya periodesasi masa jabatan Susanti Dewayani mulai 2021 sampai dengan 2024 atau hanya 3 tahun sebagai konsekuensi UU Pemilu nomor 7 tahun 2017 karena akan dilaksanakannya kembali Pilkada serentak 2024.

Baca juga: Pemandian Bah Tio di Siantar, Tempat Wisata Baru di Sumut, Miliki Airnya Jernih

"Jika dilantik 2022 berarti masa jabatan Wali Kota Pematangsiantar terpilih hasil Pilkada 2020 hanya sekitar dua tahun atau tidak sampai tiga tahun, jadi sebaiknya untuk menghemat anggaran karena tidak perlu dianggarkan pembelian mobil dinas Wali Kota baru, jabatan Wali Kota Hefriansyah diperpanjang saja oleh Mendagri hingga 2024 jika memang dibolehkan aturan", ujar Fawer.

Masyarakat Pematangsiantar, kata Fawer sangat bertanya-tanya kejelasan periodisasi Wali Kota Pematangsiantar, padahal anggaran yang sudah dihabiskan untuk Pilkada 2020 tidak sedikit sekitar Rp 20 miliar.

"Kenapa harus dipaksakan Pilkada Pematangsiantar tahun 2020 bahkan anggarannya dialokasikan di APBD. Jika hanya 2 tahun masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kotanya, angkat saja pejabat Wali Kota selama 2 tahun sehingga anggaran tidak habis hingga puluhan miliar,” sebut Fawer.

Dia juga mendorong Susanti Dewayani selaku Wali Kota Pematangsiantar terpilih hasil Pilkada 2020 menolak dilantik jika dilakukan 2022. Jika hanya dua tahun menjabat, kerjanya nanti dikhawatirkan hanya akan mempersiapkan Pilkada 2024.

"Alhasil urusan pembangunan daerah dan kepentingan masyarakat akan terabaikan," katanya.(alj/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved