Breaking News:

LPPM USU Latih dan Dampingi Kelompok Tani Masyarakat Humbahas

Melalui pendampingan ini, diharapkan teripta peningkatan kemandirian petani dalam mendistribusikan hasil pertanian unggulan berbasis e-Commerce.

TRIBUN MEDAN/HO
LPPM USU Skim Dosen melakukan pengabdian kepada masyarakat petani Food Estate Humbang Hasundutan, Senin (15/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, HUMBAHAS - LPPM USU Skim Dosen melakukan pengabdian kepada masyarakat petani Food Estate Humbang Hasundutan, Senin (15/11/2021). Pengabdian dengan judul “Pendampingan dan Pelatihan Terhadap Kelompok Tani Masyarakat Humbahas dalam Mendistribusikan Hasil pertanian Unggulan Berbasis e-Commerce” ini dimaksudkan mewujudkan masyarakat petani yang melek teknologi

Ketua Tim Pengabdian, Ance Marintan D Sitohang, SP, M.Div, M.Th mengatakan, pengabdian dengan Skim Kemitraan Dosen Wajib Mengabdi ini didanai oleh Non PNBP Universitas Sumatera Utara Tahun Anggaran 2021.

Melalui pendampingan ini, diharapkan teripta peningkatan kemandirian petani dalam mendistribusikan hasil pertanian unggulan mereka berbasis e-Commerce. “Sehingga dengan kemandirian petani, kehidupan perekonomian masyarakat di food estate Humbang Hasundutan bisa lebih meningkat,” kata Ance dalam keterangan persnya yang diterima Tribun Medan, Minggu (5/12).

Ance mengatakan, selain dirinya, tiga staf pengajar USU lainnya terlibat dalam pendampingan ini yakni Aryanti Sariarta Sianipar, SE, MSc., Niskarto Zendrato, S.Kom, M.Kom, dan Eqlima Elfira, S.Kep, Ns, M.Kep.

Baca juga: Universitas Sumatera Utara (USU) Akan Gelar Belajar Tatap Muka Agustus Mendatang

Seorang warga yang menjadi petani, Pak Siregar mengatakan,  dalam proses pendistribusian hasil pertanian, masyarakat di food estate masih menjual kepada agen dan koperasi. Artinya mereka tidak menjual secara langsung ke pasar. Hal ini disebabkan karena keterbatasan pengetahuan petani dalam pendistribusian hasil pertanian terutama pendistribusian secara digital.

“Di samping itu, harga jual dari petani kepada agen maupun koperasi sangat bervariasi, sehingga harga jual petani jauh di bawah harga komoditas atau harga pasar,” katanya.

Ance menambahkan, kehadiran tim dosen wajib memberikan edukasi kepada masyarakat di food estate Humbahas sehingga mereka mampu memanfaatkan teknologi khususnya dalam pendistribusian hasil pertanian secara digital. “Dengan pendistribusian hasil pertanian secara digital, maka petani dapat menjual hasil pertaniannya secara langsung dan juga dapat mengetahui harga komodita dan /harga pasar secara langsung,” pungkasnya.(*/top/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved