SOPIR Lakalantas Maut Angkot vs Kereta Ternyata Positif Narkoba, Begini Keterangan Polisi
Sopir angkutan kota 123 yang menerobos plang rel kereta api hingga menewaskan 4 orang penumpang rupanya positif narkoba.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sopir angkutan kota 123 yang menerobos plang rel kereta api hingga menewaskan 4 orang penumpang rupanya positif narkoba.
Diketahui, lokasi kejadian di Jalan Sekip, Kecamatan Medan Barat, sekitar pukul 15.30 WIB. Belakangan diketahui nam sopir adalah Harto Manalu.
"Kita sudah melakukan tes urine ternyata positif narkoba," kata Waka Lantas Polrestabes Medan, Kompol Edward Nauman Saragih, Minggu (5/12/2021).
Dikatakan sampai saat ini sopir tersebut masih diamankan di unit lantas Polrestabes Medan.
Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
"Sekarang masih dilakukan pemeriksaan saksi. Sudah sekitar 3 - 4 orang yang diperiksa," katanya.
Ada pun sopir masih belum ditetapkan jadi tersangka karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Sebelumnya diberitakan, 3 dari 4 penumpang yang tewas dalam peristiwa angkot menerobos portal rel kereta api di Jalan Sekip, Kecamatan Medan Barat telah terungkap.
"Sampai pukul 01.00 WIB dini hari ini tim inafis telah mengungkapkan 3 identitas korban yang meninggal dunia," kata Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny Siregar, Minggu (5/12/2021) dinihari.
Diketahui ketiga korban bernama Batara Arengga Nasution, dan lainnya seorang ibu Asma Nur dan anaknya Faida Harahap.
Sementara satu lagi, Mr X masih belum diungkap identitasnya meski sudah dilakukan pemeriksaan sidik jari.
"Terakhir nantinya foto korban yang belum diketahui identitasnya akan disebar ke publik. Mr X akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dimasukkan ke peti es sampai ada keluarga yang datang," ujarnya.
"Sementara ketiga jenazah lainnya telah dibawa oleh pihak keluarga masing - masing," tutupnya.
Sementara 6 orang lainnya yang luka - luka identitasnya sebagai berikut :
1. Bayu Sulaiman, 24 Tahun, Jalan Pasar Pipa Medan.
2. Eni Sureni Br Tarigan, 18 Tahun, Medan.
3. Putri Sefyan, 19 Tahun, Jalan Karya Lingkungan II Gang Karang Sari Medan.
4. Novita Elisabeth Aruan, 22 tahun, Jalan Kuali No 3 Kel Sei Putih Medan.
5. Farida Ratnawaty, 62 Tahun, Jalan Jendral Ahmad Yani No 20 Medan.
6. Lindawati, 38 tahun, Jalan Gereja Gang Aman Medan Barat Medan.
IDENTITAS Korban yang Meninggal dan Luka-luka akibat Angkot Terobos Portal Rel Kereta Api di Sekip
3 dari 4 penumpang yang tewas dalam peristiwa angkot menerobos portal rel kereta api di Jalan Sekip, Kecamatan Medan Barat telah terungkap.
"Sampai pukul 01.00 WIB dini hari ini tim inafis telah mengungkapkan 3 identitas korban yang meninggal dunia," kata Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny Siregar, Minggu (5/12/2021) dinihari.
Diketahui ketiga korban bernama Batara Arengga Nasution, dan lainnya seorang ibu Asma Nur dan anaknya Faida Harahap.
Sementara satu lagi, Mr X masih belum diungkap identitasnya meski sudah dilakukan pemeriksaan sidik jari.
"Terakhir nantinya foto korban yang belum diketahui identitasnya akan disebar ke publik. Mr X akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dimasukkan ke kotak es sampai ada keluarga yang datang," ujarnya.
"Sementara ketiga jenazah lainnya telah dibawa oleh pihak keluarga masing - masing," tutupnya.
Sementara 6 orang lainnya yang luka - luka identitasnya sebagai berikut :
1. Bayu Sulaiman, 24 Tahun, Jalan Pasar Pipa Medan.
2. Eni Sureni Br Tarigan, 18 Tahun, Medan.
3. Putri Sefyan, 19 Tahun, Jalan Karya Lingkungan II Gang Karang Sari Medan.
4. Novita Elisabeth Aruan, 22 tahun, Jalan Kuali No 3 Kel Sei Putih Medan.
5. Farida Ratnawaty, 62 Tahun, Jalan Jendral Ahmad Yani No 20 Medan.
6. Lindawati, 38 tahun, Jalan Gereja Gang Aman Medan Barat Medan.
IBU dan Anak yang Tewas dalam Lakalantas Angkot vs KA Dikenal Periang, Keduanya Baru Pulang Melayat
Asma Nur dan Faida Naila Harahap merupakan korban tewas kecelakaan maut antara angkutan kota (angkot) dan kereta api di perlintasan kereta api Jalan Sekip, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (4/12/2021).
Belakangan terkuak keduanya adalah ibu dan anak.
Hal itu diungkapkan oleh Maisa Harahap selaku kerabat korban.
Maisa menceritakan keduanya baru saja pulang melayat ketempat Abang iparnya di Kutacane, provinsi Aceh.
Ia pun menguak sosok almarhum di mata keluarga dan masyarakat sekitar.
Asma Nur dikenal sosok yang periang dan gemar bercerita.
Bahkan Maisa mengaku hampir setiap hari keduanya saling berbagi cerita atau curhat masalah kehidupan.
Terakhir kali, sebelum ia meninggal dunia dalam kecelakaan maut Asma Nur menceritakan soal anaknya Faida Naila Harahap yang juga periang.
Asma memiliki harapan besar terhadap anak terakhirnya itu bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.
Adapun selain itu ia sebelumnya sempat berjualan roti di sekitar rumahnya.
Namun selama pandemi Covid-19 ia terpaksa berhenti berjualan dan hanya menjadi ibu rumah tangga.
Sementara sang suami bekerja sebagai pekerja harian lepas.
Dua minggu lalu ia ditinggal suaminya untuk bekerja sebagai tukang aspal jalan di daerah Kabupaten Karo.
"Kami gak menyangka ibu dan anak ini meninggal dunia tragis. Kami juga sempat melihat soal peristiwa tetapi tidak sangka keduanya menjadi korban," kata Maisah, keluarga korban, Minggu (5/12/2021) dinihari.
Maisah mengaku terkejut ketika menerima kabar kalau kerabatnya itu meninggal secara tragis.
Ia menyebut baru mendapatkan kabar dari kepala lingkungan sekitar pukul 23:00 WIB bahwa tetangga dekatnya meninggal.
"Tadi Kepling yang memberi kabar ke kami dan langsung mendatangi rumah sakit," ucapnya.
Maisah Harahap menyebutkan Asma Nur dan anak perempuannya bernama Faida Naila Harahap baru pulang dari Kutacane mau pulang ke rumahnya di Jalan Karya, Medan.
Mereka baru pulang dari tempat abang iparnya yang meninggal beberapa hari lalu.
ISAK Tangis Keluarga Korban Lakalantas Maut Angkot vs KA, Sang Adik Sebut Abangnya Pergi Perbaiki HP
Batara Nasution (38) adalah satu di antara 4 penumpang yang meninggal dunia akibat kecelakaan angkot 123 menabrak portal rel kereta api di Jalan Sekip, Kelurahan Agul, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (4/12/2021).
Keluarga Batara akhirnya datang ke Rumah Sakit Royal Prima sekitar 22.30 WIB dengan isak tangis teramat pilu.
Adik kandungnya, Mala mengatakan bahwa Batara adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Pekerjaan Barata sehari - hari sebagai seorang satpam di sekitar Cemara.
"Sebelum kecelakaan Abang saya ingin membetulkan handphonenya yang rusak di Jalan Karya karena kerjanya malam hari," katanya kepada Tribun Medan.
Diungkapnya sejak sore tadi sudah mengetahui ada kecelakaan di Jalan Sekip.
Tapi tak disangkanya bahwa abangnya menjadi korban yang meninggal dunia.
Saat dilihat pemberitaan di Facebook terkait peristiwa itu, diakuinya merasa tidak tenang.
Semacam ada yang mengusik di benaknya.
"Aku seperti mimpi mendengar Abang meninggal dunia. Tidak ada firasat apa - apa sebenarnya. Karena dia pun tidak ada sakit," bebernya.
Ada pun keluarga Batara cukup lama diberitahukan sebab tak ada identitas yang dijumpai di lokasi kejadian.
Hal serupa juga dialami korban meninggal dunia lainnya.
Parahnya, warga sekitar melakukan penjarahan barang - barang korban dari peristiwa tersebut.
Beruntung handphone Barata waktu itu didapati pihak kepolisian.
"Jadi handphonenya terjatuh. Terus baterainya terlepas. Makanya dipasang dulu dan dilihat nomor terakhir dihubungi makanya tadi mama dihubungi dan mendapatkan Abang sudah tiada," ucapnya.
Dengan meneteskan air mata ia pun menceritakan sosok Batara di mata keluarga.
Batara adalah anak lelaki satu - satunya yang sangat dekat dengan ibunya.
"Mama sayang sekali sama dia. Kok kayak gini jalannya. Dia Abang yang baik kali. Tak bisa dia pisah sama ibu dan anaknya," sebutnya dengan tersedu - sedu.
"Abang tinggal di Rusun Kayu Putih, Kecamatan Medan Deli. Dia tinggal bersama ibu. Abang saya duda, anaknya satu perempuan masih kelas 5 SD," tambahnya.
Dikatakan untuk saat ini ia masih mendapati kendala biaya ambulance.
Sebab, ia hanya memiliki uang Rp 300 ribu. Sementara pihak rumah sakit meminta Rp 400 ribu.
"Rencana besok abang akan dikebumikan. Kami dari keluarga masih merundingkan dimana akan dikebumikan," tutupnya.
Dikabarkan sebelumnya untuk korban kecelakaan yang meninggal dunia ada 4 orang.
Kini orang selain Batara belum diketahui identitasnya.
Korban meninggal dunia sampai kini masih di ruang jenazah Rumah Sakit Royal Prima.
Sementara 6 orang lainnya yang luka - luka identitasnya sebagai berikut :
1. Bayu Sulaiman, 24 Tahun, Jalan Pasar Pipa Medan.
2. Eni Sureni Br Tarigan, 18 Tahun, Medan.
3. Putri Sefyan, 19 Tahun, Jalan Karya Lingkungan II Gang Karang Sari Medan.
4. Novita Elisabeth Aruan, 22 tahun, Jalan Kuali No 3 Kel Sei Putih Medan.
5. Farida Ratnawaty, 62 Tahun, Jalan Jendral Ahmad Yani No 20 Medan.
6. Lindawati, 38 tahun, Jalan Gereja Gang Aman Medan Barat Medan.
(cr8/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sopir-angkot-123_lakalantas-maut.jpg)