Breaking News:

Dari Usaha Dimsum, Wiwik Ingin Jadi Pribadi yang Bermanfaat

Ia memulai mencoba membuat dimsum yang sesuai dan cocok dengan rasa lidah Indonesia.

Penulis: Mollyzatul Ulfa | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/MOLLYZATUL ULFA
Wiwik Wihartini Sud (kanan), pemilik Mayra Dimsum menjadi narasumber pada acara Bincang Bisnis UMKM (BBM), Rabu (1/12/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Usaha dimsum berhasil mengubah kehidupan Wiwik Wihartini Sud, Ss selaku pemilik Mayra Dimsum. Berawal dari kegemarannya menikmati hidangan dimsum namun saat itu sulit menemukannya di Kota Medan.Sehingga membuat ia bertekad membuka usaha tersebut.

Diceritakan Wiwik, keinginan memulai bisnis dimsum sudah dilakukan sejak tahun 2013. Saat itu Wiwik masih hamil anak ketiga dan ngidam dimsum. Ia memulai mencoba membuat dimsum yang sesuai dan cocok dengan rasa lidah Indonesia.

“Awalnya saya suka dimsum waktu ngidam anak ke-3, tapi kesulitan didapatkan. Kenapa dimsum yang enak tapi susah didapatkan, jadi saya berinisiatif untuk membuka dimsum yang enak, tidak mahal, dan bisa didapatkan di mana saja,” kata Wiwik dalam acara Bincang Bisnis UMKM (BBM), Rabu (1/12/2021).

Ternyata banyak yang menyukai dimsum buatannya. Ia pun semakin menerima banyak pesanan baik untuk katering, ulang tahun, hingga syukuran. Melihat prospek bisnisnya semakin bagus, Wiwik pun memutuskan untuk membuka cabang dan reseller di beberapa lokasi seperti Banda Aceh, Takengon, Lhokseumawe, Blangkejeren, dan Medan.

Baca juga: Resep Sue Kiao Enak dan Cara Membuatnya, Kreasi Dimsum yang Rasanya Seenak Buatan Restoran Chinese

Ada banyak varian dimsum yang ditawarkan di Marya Dimsum milik Wiwik Wihartini. Mulai dari dimsum kukus tersedia rasa ayam, udang, dimsum tiga rasa (kepiting) dan rumput laut.

Sedangkan untuk dimsum goreng tersedia lee hong kien, bola udang, lumpia udang kulit tahu, pangsit udang, dan ekado.

Untuk satu porsi dimsum dijual sekitar Rp 17.000 hingga Rp 18.000. Dari penjualan dimsumnya, ia mendapatkan rezeki yang luar biasa sehingga bisa menaikkan haji orangtua dan umarh anaknya.

“Alhamdulillah sekarang sudah bisa naikin haji orang tua, terus naikin umrah anak yang paling besar, kalau dua lagi mau dibawa terkendala pandemi kemarin,” ujar Wiwik.

Wiwik berharap usahanya bisa membantu orang-orang yang terdampak pandemi. Bisa menyerap tenaga kerja yang jumlahnya bertambah karena banyak usaha yang gulung tikar. Juga bisa menambah outlet.

Kini setelah sukses berbisnis dimsum, Wiwik berharap untuk bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang terutama para karyawannya. "Harapannya supaya bisa lebih bermanfaat, ingin mendapatkan pahala dari adanya bisnis dimsum ini," pungkas Wiwik.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved