Breaking News:

Loka POM di Kota Tanjungbalai: Belanja Pangan Online, Jangan Asal Klik!

Seiring perkembangan digitalisasi, berbelanja online semakin diminati. Berapa banyak dari kita yang lebih memilih untuk berbelanja via online

Editor: Ismail
google.com
Ilustrasi Belanja Online 

Fenomena Belanja Online

TRIBUN-MEADAN.com - Seiring perkembangan digitalisasi, berbelanja online semakin diminati. Berapa banyak dari kita yang lebih memilih untuk berbelanja via online saat ingin membeli berbagai keperluan? Atau bahkan menunggu tanggal kembar demi mendapatkan promo dan diskon menarik dari platform belanja online? Tak dipungkiri, belanja online menawarkan banyak kemudahan.

Kini berbelanja tak lagi harus dilakukan dengan keluar rumah, melainkan cukup melalui smartphone ataupun gadget kesayangan. Survei Bank DBS mencatat bahwa terdapat pergeseran signifikan terhadap prevalensi belanja masyarakat sebelum pandemi Covid-19, dari pertokoan ke e-commerce. Berdasarkan hasil survei, terjadi peningkatan minat masyarakat menggunakan e-commerce dari 24% sebelum pandemi menjadi 66% setelah pandemi.

Kendati demikian, tak sedikit dari kita yang pernah merasa kecewa setelah berbelanja online. Sebab berbelanja barang online tentunya memiliki risiko tersendiri, salah satunya adalah kita tidak dapat melihat langsung kondisi barang ataupun produk yang ingin dibeli.

Sebagai konsumen, tentunya kita perlu memahami cara berbelanja online yang tepat agar terhindar dari penipuan ataupun merasa kecewa apabila produk yang dibeli tidak sesuai dengan harapan dan keinginan. Di samping itu, kita juga perlu mengecek serta memastikan kembali keaslian produk yang menjadi incaran. Maka penting untuk selalu waspada terhadap iklan dan promosi berlebihan atau menyesatkan terkait produk.

Aturan terkait Pangan Olahan yang Diedarkan secara Online

Sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari obat dan makanan berbahaya yang diedarkan secara online, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia telah menyusun Peraturan Badan POM Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengawasan Obat dan Makanan yang Diedarkan secara Daring. Peraturan ini kemudian disempurnakan dengan Peraturan Badan POM Nomor 32 Tahun 2020.

Di dalam peraturan tersebut dinyatakan bahwa setiap produk obat dan makanan yang diedarkan secara daring wajib memiliki izin edar.

Dikecualikan dari peraturan, yaitu Pangan Siap Saji, Pangan Olahan yang digunakan lebih lanjut sebagai bahan baku oleh pelaku usaha, dan bukan merupakan produk akhir yang dijual secara langsung kepada konsumen, Pangan Olahan tertentu yang diproduksi oleh industri rumah tangga, Pangan Olahan dengan umur simpan kurang dari 7 (tujuh) hari, serta Pangan Olahan yang digunakan untuk keperluan permohonan persetujuan pendaftaran, penelitian, maupun untuk konsumsi sendiri.

Produk obat dan makanan yang diedarkan secara online juga harus memenuhi persyaratan mutu dan keamanan, yang salah satunya adalah produk tidak mengandung bahan berbahaya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved