Breaking News:

E-KTP untuk Transgender Diterbitkan, Tak Ada Perbedaan, Berikut Persyaratannya

Ia pun memastikan tidak ada persyaratan yang berbeda dalam pengurusan dokumen Kependudukan untuk transgender dibandingkan dengan masyarakat umum. 

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Ayu Prasandi
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi e-KTP. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan mengeluarkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) untuk kaum transgender

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan Zulkarnain menuturkan penerbitan E-KTP untuk kaum transgender merupakan bagian dari tugas Disdukcapil. 

Ia pun memastikan tidak ada persyaratan yang berbeda dalam pengurusan dokumen Kependudukan untuk transgender dibandingkan dengan masyarakat umum. 

"Memang benar tadi ada dua E-KTP yang kita terbitkan untuk transgender. Tidak ada yang berbeda karena memang mendapatkan identitas adalah hak warganegara," ujar Zulkarnain, Selasa (7/12/2021). 

Menurut Zulkarnain, memang banyak kasus di mana kaum transgender tidak memiliki data-data pendukung untuk mengurus E-KTP, seperti kartu keluarga, akte kelahiran, dan data lainnya. 

"Ada banyak kasus di mana mereka tidak memiliki identitas pendukung yang dibutuhkan, dan kita dalam hal ini tetap memfasilitasi hal itu. Seperti kalau tidak memiliki NIK, kita lalukan perekaman datanya dari awal, prinsipnya tetap kita fasilitasi," ujarnya. 

Menurut Zulkarnain, jika transgender sudah memiliki NIK atau Nomor Induk Kependudukan maka akan lebih mudah untuk mengurus E-KTP. 

Baca juga: Samsung Galaxy S22 Diluncurkan Februari 2022, Pakai Chipset Snapdragon 8 Gen 1 dan Bocoran Harga

"Kalau sudah ada NIK di KK nya tentu lebih mudah, tapi memang banyak yang statusnya sudah tidak lagi memiliki data-data itu untuk itu kita akan bantu di sini," katanya. 

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan ini mengakui bahwa ada permasalahan psikologis yang kerap dialami oleh kaum transgender saat mengurus Dukcapil. 

"Memang ada tekanan psikologis, seperti tidak merasa ingin mengurus ke Kantor Dukcapil, karena kondisinya yang sering dianggap berbeda. Sementara dalam konteks warga negara juga tetap sama," ungkapnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved