Breaking News:

EKSEKUSI Caldera Coffee Akhirnya Ditunda, Pemilik akan Lapor Ke Komisi Yudisial

Juru Sita Pengadilan Negeri Medan Kelas I A Khusus akhirnya mundur saat ingin mengeksekusi Kafe Caldera Coffee di Jalan Sisingamangaraja No 132.

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY
Suasana konferensi pers kuasa hukum pemilik Kafe Caldera Coffee terkait upaya eksekusi oleh Juru Sita Pengadilan Negeri Medan Kelas I A Khusus di Jalan Sisingamangaraja No 132, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Selasa (7/12/2021). (Tribun Medan/Goklas Wisely). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Juru Sita Pengadilan Negeri Medan Kelas I A Khusus akhirnya mundur saat ingin mengeksekusi Kafe Caldera Coffee di Jalan Sisingamangaraja No 132, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Selasa (7/12/2021).

Atas peristiwa itu Jhon Robert selaku pemilik bersama kuasa hukumnya pun menggelar konferensi pers untuk menjelaskan bahwa kesewenangan yang dilakukan oleh pihak PN Medan.

"Tadi sempat terjadi perdebatan antara klien kami dengan panitera pengganti dan pihak lainnya sekitar sejam," kata Jonni Silitonga selaku kuas hukum.

"Pada akhirnya panitera pengganti mengatakan eksekusi ditunda sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan," tambahnya.

Kuasa hukum lainnya, Samsul Silitonga mengatakan kliennya Jhon Robert adalah pemilik sah atas objek yang hendak dieksekusi berdasarkan surat kepemilikan yang sah, yakni Sertifikat Hak Milik Nomor 481 dan 482.

Ada pun John membeli objek perkara, yang kini telah diusahai menjadi Caldera Coffee, dari pemilik sebelumnya dengan alas Hak Milik yaitu Sertifikat Hak Milik dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Jhon membelinya dari Irfan Anwar dan Muntaser. Dari proses itu dijual atas akta jual beli yang dilaksanakan di hadapan notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) bernama Darmiana Lubis," sebutnya.

"Sehingga secara hukum proses itu sudah dilakukan di depan pejabat yang sah oleh UU," sambungnya.

Selain itu dikatakan, SHM Jhon sudah dibuat jadi jaminan hak tanggungan ke Bank BTN. Oleh karena itu, posisi alas hak dari kliennya kuat.

"Maka dari kekuatan sertifikat yang dimiliki klien kami sangat otentik dan bukti yang sangat kuat serta dijamin oleh UU," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved