Breaking News:

Hal Unik yang Bisa Ditemui di Desa Papande yang Terletak di Kawasan Danau Toba

Desa ini terletak di atas permukaan Pulau Sibandang yang juga merupakan pulau di tengah-tengah Danau Toba selain Pulau Samosir. 

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/RECHTIN
Seorang penenun ulos asal Desa Papande tengah menenun kain ulos berwarna biru muda di teras rumah. Desa Papande terkenal dengan penghasil ulos terbaik di Tapanuli. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Provinsi Sumatera Utara memiliki banyak destinasi andalan yang bisa dipamerkan kepada wisatawan lokal maupun mancanegara. 

Satu di antaranya adalah Kawasan Geopark Danau Toba yang sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata super prioritas bersama empat destinasi lainnya di Indonesia. 

Namun, selain pemandangan danau yang Indah, kawasan Danau Toba juga memiliki destinasi menarik untuk ditelisik seperti keindahan budaya dan potensi desa-desa yang ada di sekelilingnya. 

Seperti Desa Papande, sebuah desa yang terletak Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. 

Desa ini terletak di atas permukaan Pulau Sibandang yang juga merupakan pulau di tengah-tengah Danau Toba selain Pulau Samosir. 

Desa Papande terkenal dengan pengrajin ulos yang legendaris. Desa yang tidak begitu luas ini bisa ditempuh dari pelabuhan Sibandang - Muara dengan waktu tempuh sekitar 15 menit menggunakan kendaraan bermotor. 

Baca juga: KRONOLOGI Siswi SMP Diminta Foto Bagian Pribadi dengan Iming-iming Jadi Anggota Paskibra

Berikut empat hal yang bisa Anda temui di Desa Papande

Desa ulos, begitulah sebutan lain untuk Desa Papande. Pengrajin ulos di desa ini menenun ulos di rumah-rumah mereka. Menenun menjadi kegiatan favorit yang dilakukan baik oleh orang tua maupun anak muda. 

Bukan ulos biasa, konon katanya ulos di Desa Papande merupakan ulos yang dibuat khusus untuk para Raja Batak. Oleh karena itu, ulos yang berasal dari Desa Papande memiliki kualitas tinggi atau disebut Ulos Harungguan. 

Ulos Harungguan merupakan ulos terhormat dan memiliki nilai tinggi yang hanya dipakai oleh raja dan kalangan terhormat di Tanah Tapanuli. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved