Lembaga Adat dan Ormas Laporkan Pria yang Injak-injak Situs Raja Batak ke Polisi

Lembaga adat dan organisasi masyarakat (ormas) melaporkan oknum yang dinilai melecehkan situs Si Raja Batak di Pusuk Buhit.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Liston Damanik
HO
Seorang lelaki menginjak-injak situs Raja Batak. 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Lembaga adat dan organisasi masyarakat (ormas) melaporkan oknum yang dinilai melecehkan situs Si Raja Batak di Pusuk Buhit ke kepolisian.

"Kami tahu kejadian itu yang terjadi pada Kamis lalu karena ada yang livestreaming. Dan, kami langsung koordinasi dengan lembaga adat Samosir dan Forum Komunikasi Tokoh Masyarakat Kabupaten Samosir agar pelaku ditindak sesuai hukum dan yang berlaku," ujar Ketua DPC Forum Batak Intelektual Harisma LP Simbolon, Selasa (7/12/2021).

Ia menceritakan bahwa situs tersebut sudah diresmikan oleh Bupati Samosir Vandiko Gultom. Pada peresmian lokasi tersebut, dijelaskan lokasi tersebut sebagai titik nol peradaban masyarakat Batak Toba.

Video yang viral tersebut ternyata langsung didownload oleh masyarakat Samosir sebagai bukti pelaporan ke pihak kepolisian.

"Video itu sempat terhapus namun sudah kita download dan itu kita masukkan sebagai bukti kepada pihak kepolisian," sambungnya.

Menurutnya, situs Raja Batak sakral. Bahkan para pengunjung harus membuka alas kaki jika ingin memasukinya.

"Peraturannya, kalau kita ke sana kan harus lepas alas kaki. Itulah bukti bahwa kita menghargai situs budaya Batak Toba. Kalaupun ingin berdoa, bukan berarti harus melecehkan yang lain kan," lanjutnya.

Ketua Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT) Maruap Siahaan menyatakan bahwa semua manusia sama di mata Tuhan.

"Kita adalah ciptaan yang beradab dan diberi akal budi. Manusia sama di mata Tuhan dan tidak ada yg dapat mengklaim dia lebih layak dari umat lain. Tuhan sebagai pencipta mengasihi ciptaannya karena Dia adalah kasih," ujar Maruap Siahaan.

"Perbuatan yang tidak menghormati agama atau kepercayaan lain tidak layak diantara kita apalagi sesama Batak. Kita dipanggil bukan meniadakan keimanan orang lain, tetapi menyatakan kasih supaya manusia dimuliakan," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved