Breaking News:

Mafia Tanah di Langkat

Mafia Tanah Berlindung Atas Nama Koperasi Ubah Lahan Margasatwa di Langkat Jadi Kebun Sawit

Mafia tanah di Kabupaten Langkat ternyata berlindung di balik nama koperasi untuk merambah Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading

Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
Istimewa
Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat menyambangi Kejati Sumut 

TRIBUN MEDAN.COM,LANGKAT - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) sempat menyelidiki kasus mafia tanah di Kabupaten Deliserdang, Sergai dan Langkat.

Dari tiga kabupaten itu, baru di Kabupaten Langkat yang kasusnya diusut.

Menurut penelurusan penyidik Kejati Sumut, kasus mafia tanah di Kabupaten Langkat ini ternyata berkedok koperasi.

Oknum mafia tanah berlindung atas nama koperasi, merambah 210 hektare Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.

Di Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading itu, mafia tanah mengubah fungsi lahan menjadi kebun sawit.

Ada 28.000 pohon sawit yang ditanam di kawasan hutan lindung tersebut. 

"Setelah dua minggu tim melakukan penyelidikan dan kasusnya naik ke penyidikan, ditemukan bahwa oknum (mafia tanah) merambah lahan dengan mengubahnya menjadi perkebunan sawit," kata Kasi Penkum Kejati Sumut, Yor Arnold Tarigan, Selasa (7/12/2021). 

Atas temuan itu, tim penyidik Kejati Sumut sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pegawai Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan masyarakat sekitar.

"Kami juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap camat dan lainnya," jelasnya.

Kini, kata Yos, tim masih melakukan pendalaman terkait alih fungsi lahan tersebut. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved