Breaking News:

News Video

Tanggapan Bupati Karo Terkait Warga Liang Melas Datas Bertemu Jokowi Sampaikan Aspirasi

Ketika disinggung kembali, bahwa masyarakat bertemu Presiden memang karena ingin jalan yang menuju desa mereka segera diperbaiki oleh pemerintah, lagi

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: heryanto

Tanggapan Bupati Karo Terkait Warga Liang Melas Datas Bertemu Jokowi Sampaikan Aspirasi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang menolak kedatangan sejumlah warga Liang Melas Datas, Kabupaten Karo menjumpai Presiden RI, Joko Widodo sembari membawa tiga ton jeruk, sebagai wujud aksi protes atas kondisi jalan di desa tempat tinggal mereka.

Cory berdalih, warga Desa Liang Melas datang ke Istana Negara di Jakarta lantaran ingin mempromosikan jeruk hasil panen kebun mereka kepada Jokowi.

"Masalah Liang Melas yang masyakat kami, petani kami mengantarkan jeruk kepada bapak Jokowi, itu sangat baik sekali, karena perhatian masyarakat kepada pak presiden," kata Cory di Rumah Dinas Wakil Gubernur Sumut, Jalan Tengku Daud, Medan, Selasa (7/12/2021).

"Itu sebenarnya bukan kami perintahkan, tapi inisiatif mereka sendiri. Karena dia begitu cinta kepada bapak presiden. Karena jeruknya banyak, diantarkannya kepada bapak presiden," tambahnya.

Ketika disinggung kembali, bahwa masyarakat bertemu Presiden memang karena ingin jalan yang menuju desa mereka segera diperbaiki oleh pemerintah, lagi-lagi Cory membantah.

"Sebenarnya bukan mereka protes. Dan mereka tahu dan mereka butuh jalan itu. Wajar saja. Tapi bukan karena itu mereka datang ke pak presiden. Tapi karena memang hanya ingin dengan bapak presiden. Walau dia tak mengungkapkan isi hatinya mengapa bertemu presiden. Tapi masyarakat lain menilai mungkin karena itu (kondisi jalan)," sebutnya.

Cory menjelaskan, bahwa Pemkab Karo hampir setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan di kawasan Liang Melas Datas.

"Kondisi seperti itu, kalau sudah lama, saya rasa tidak juga ya. Tapi karena bertahap pembangunannya, seperti itu kan hanya beberapa meter. Karena panjang jalan ke sana. Jadi hanya beberapa meter jalan seperti itu bukan semuanya," ucapnya.

"Kedua memang masyarakat juga kadang-kadang punya hati macam macam ya. Pembuangan air. Mereka tak mau arahkan ke ladangnya. Karena di sana belum ada drainasie. Itu yang buat jalan rusak," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved