Breaking News:

News Video

Dugaan Pelecehan Terhadap Situs Si Raja Batak di Pusuk Buhit, Hinca Panjaitan Angkat Bicara

Hinca Panjaitan mengungkapkan kekesalannya sebagai keturunan Raja Sijorat X dan juga sebagai pemerhati budaya. Ia menegaskan bahwa kawasan adalah

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: heryanto

Dugaan Pelecehan Terhadap Situs Si Raja Batak di Pusuk Buhit, Hinca Panjaitan Angkat Bicara

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan mengecam keras perbuatan dugaan pelecehan terhadap situs Si Raja Batak yang berada di Pusuk Buhit, Samosir. Ia meminta pihak penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus tersebut.

Dari informasi yang dihimpun tribun-medan.com, oknum pendeta dan bersama rombongannya terjadi pada Kamis (2/12/2021). Kejadian tersebut mengundang banyak komentar dari para netizen.

Hinca Panjaitan mengungkapkan kekesalannya sebagai keturunan Raja Sijorat X dan juga sebagai pemerhati budaya. Ia menegaskan bahwa kawasan adalah milik bersama masyarakat Indonesia.

"Kami atas nama keturunan Raja Sijorat X dan kita orang Batak Toba kami menyesalkan itu. Tidak harus merusak. Itu semua harta kekayaan kita. Dan itu adalah bagian dari kita semua. Siapa yang merusak harus bertanggungjawab," " ujar Hinca Panjaitan saat berada di Toba pada Rabu (8/12/2021).

"Saya minta kepolisian, aparat penegak hukum menegakkan hukum bagi siapa saja yang merusak milik kita bersama," terangnya.

"Negara ini negara hukum, kita percayakan penegak hukum untuk menegakkan hukum secara adil," sambungnya.

Selanjutnya, ia berpesan kepada Bupati Samosir Vandiko Gultom agar memberikan perhatian khusus dalam kasus tersebut.

"Sebagai pemimpin tertinggi di Samosir, Pak Vandiko, anak muda yang sangat menghormati dan beliau yang mengumumkan dan kita semua setuju bahwa itu sebagai kilometer nol peradaban budaya Batak. Kita jaga bersama," terangnya.

"Semua kita mendukung itu. Karena kalau itu hilang, apa lagi yang kau banggakan dari kita. Semua kita bertanggungjawab menjaga itu," terangnya.

Di akhir penuturannya, ia mengingatkan bahwa apa yang tersebar dalam video tersebut bukanlah sebagai ungkapan penghormatan dan pemuliaan Tuhan serta penghormatan terhadap alam.

"Dan, saya minta yang mau merusak itu urungkan niatmu. Bukan begitu caranya menghormati alam. Bukan begitu caranya memuji dan memuliakan Tuhan," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved