Breaking News:

Ponpes Binaan BNPT di Sei Mencirim Terus Kemalingan, Kali Ini Air Nira Digondol dari Pokoknya!

Air nira tersebut akan diolah menjadi gula merah asli untuk dijual ke pasar dan hasilnya dipakai untuk logistik para santri yang belajar di ponpes.

Editor: Liston Damanik
Tribun Medan/Muhammad Anil Rasyid
Upacara para santri di Pondok Pesantren Al Hidayah, Sabtu (17/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Pondok Pesantren Al Hidayah di Desa Sei Mencirim, Deliserdang Sumut kembali kemalingan, Selasa (7/12/2021).

Ponpes yang didirikan mantan teroris Ustadz Khairul Ghazali pada Juni 2016 ini merupakan binaan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Kawanan maling kali ini menjarah air nira yang sedang ditampung dengan jerigen di atas pokok aren. Air nira merupakan hasil pertanian yang menjadi andalan pesantren yang mengkhususkan pendidikan untuk anak-anak mantan teroris, dhu'afa, dan anak yatim/piatu.

"Kawanan maling memanjat pohon aren pada saat menjelang subuh, 7 Desember 2021, dan menjarah enam jerigen air nira dari enam pohon aren di belakang musala ponpes," kata Ustadz Ghazali, Rabu (8/12/2021).

Padahal, menurut Ghazali, air nira tersebut akan diolah menjadi gula merah asli untuk dijual ke pasar dan hasilnya dipakai untuk logistik para santri yang belajar di ponpes. Para santri di ponpes ini tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis.

Menurutnya, pengurus Ponpes Al Hidayah sudah melaporkan kejadian tersebut ke polsek setempat.

Pencurian di Ponpes Al Hidayah sudah berulangkali terjadi. Mulai dari mesin air, kipas angin, mesin rumput, tabung gas, sepeda motor, dan puluhan barang-barang berharga lainnya sudah pernah dicuri dari ponpes ini.

Menurut Ghazali, Ponpes Al Hidayah terletak tidak jauh dari perkampungan yang marak dengan penggunaan narkoba, yaitu Pasar III dan Pasar IV, Desa Sei Mencirim.

Pokok aren dan air nira di belakang sedang ditampung dengan jerigen di Pondok Pesantren Al Hidayah, Sei Mencirim, Deliserdang. Sebagian jerigen berisi nira telah dicuri oleh orang tak dikenal.
Pokok aren dan air nira di belakang sedang ditampung dengan jerigen di Pondok Pesantren Al Hidayah, Sei Mencirim, Deliserdang. Sebagian jerigen berisi nira telah dicuri oleh orang tak dikenal. (TRIBUN MEDAN/HO)

"Ponpes ini jadi langganan kawanan maling yang mengkonsumsi narkoba yang sukar diberantas oleh pihak keamanan," katanya.

Ustadz Ghazali berharap kepada Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo agar memerintahkan jajarannya untuk menggerebek dan membersihkan kampung itu dari narkoba.

"Sebab, selama kampung narkoba itu terus melakukan aktivitas haram, maka selama itulah Ponpes Al Hidayah akan menjadi sasaran para pemakai narkoba untuk melakukan aksinya demi mendapatkan sabu-sabu.
Ponpes Al Hidayah akan senantiasa dibayang-bayangi pencuri," katanya. (*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved