Breaking News:

Dugaan Pelecehan Situs Raja Batak

Soal Oknum Pendeta Dituding Lecehkan Situs Raja Batak di Pusuk Buhit, Tokoh Minta Aparat Bergerak

Oknum pendeta dari sekte gereja tertentu dituding melecehkan situs Raja Batak di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir

Editor: Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM,SAMOSIR - Seorang oknum pendeta muda dari sekte gereja tertentu dari Medan sempat bikin heboh, lantaran dianggap melecehkan situs Raja Batak di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Oknum pendeta tersebut menginjak-injak situs Raja Batak, yang dianggap sakral bagi sejumlah warga Batak Toba.

Bukan cuma itu saja, oknum pendeta yang kabarnya masih tinggal di kawasan Kabupaten Samosir itu juga membanding-bandingkan agama dengan budaya.

Tak pelak, video yang diunggah di media sosial menjadi perdebatan.

Banyak yang mengutuk sikap oknum pendeta tersebut.

Bahkan, sejumlah pihak berencana melaporkan oknum pendeta dan jemaatnya ke polisi.

"Video (dugaan pelecehan) itu sempat dihapus, namun sudah kami download untuk dimasukkan sebagai bukti di kepolisian," kata Ketua DPC Forum Batak Intelektual (FBI), Harisma LP Simbolon, Selasa (8/12/2021).

Simbolon mendesak, agar aparat kepolisian segera bergerak dan menangkap pelaku.

Jangan sampai kasus ini menjadi pemicu keributan yang berkepanjangan.

Senada disampaikan Ketua Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT), Maruap Siahaan.

Dia mengatakan, tidak sepatutnya oknum pendeta itu membanding-bandingkan antara agama dan budaya.¬†

"Kita adalah ciptaan yang beradab dan diberi akal budi. Manusia sama di mata Tuhan dan tidak ada yg dapat mengklaim dia lebih layak dari umat lain. Tuhan sebagai pencipta mengasihi ciptaannya karena Dia adalah kasih. Jadi pusat dan yg utama adalah kasih," ujar Maruap Siahaan.

"Perbuatan yang tidak menghormati agama atau kepercayaan lain tidak layak diantara kita apalagi sesama Batak. Kita dipanggil bukan meniadakan keimanan orang lain tetapi menyatakan kasih supaya manusia dimuliakan," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved