Breaking News:

Wagub Ijeck Ingatkan UMKM Waspadai Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah meminta masyarakat, khususnya kepada para pelaku UMKM agar mewaspadai praktek financial technology ilegal

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Wagub Sumut, Musa Rajekshah atau Ijeck, saat memberikan samburan dalam kegiatan diskusi yang digelar secara virtua dalam rangka Bulan Fintech Nasional 2021 dengan tema, 'Goverment Callaboration: Taking The Leap In Digital Era'. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah meminta masyarakat, khususnya kepada para pelaku UMKM agar mewaspadai praktek financial technology (fintech) ilegal.

Apalagi di tengah maraknya perkembangan industri fintech, turut bermunculan praktek fintech ilegal dengan modus penipuan investasi bodong, serta pinjaman online (Pinjol) ilegal.

"Karena itu, selain perlu pengawasan dan regulasi dari lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga dibutuhkan kesadaran masyarakat akan ragam, manfaat dan potensi risiko penggunaan layanan keuangan fintech," kata pria yang biasa disapa Ijeck, Rabu (8/12/2021).

Ijeck juga menyampaikan, bahwa Pemprov Sumut menyambut baik kegiatan diskusi keuangan yang dilaksanakan oleh Asosiasi Fintech Indonesia.

Adapun diskusi yang digelar secara virtua dalam rangka Bulan Fintech Nasional 2021 dengan tema, 'Goverment Callaboration: Taking The Leap In Digital Era'.

Diskusi tersebut penting, mengingat danpak pandemi Covid-19, menyebabkan ekonomi dunia, termasuk Indonesia mengalami kontraksi. Dan saat ini tengah dalam upaya pemulihan ekonomi.

"Ekonomi Sumut mengalami kontraksi sampai minus 1,07. Sektor jasa keuangan sangat diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi terutama dalam menyikapi perubahan ekonomi konvensional menjadi ekonomi digital dengan perkembangan internet dan teknologi informasi saat ini yang begitu cepat," sebut Ijeck.

Sumut pun berupaya turut menggerakkan ekonomi yang inklusif, salah satunya dengan menciptakan iklim inovasi keuangan digital. 

"Kita bersama BI mendorong perluasan pemakaian QRIS bagi merchant, begitu juga dengan pembayaran. Dari sisi peningkatan tahun 2020, dari target Rp4,9 triliun meningkat menjadi Rp5,07 triliun atau tercapai 102%," ungkapnya.

Ijeck pun berharap kepada lembaga keuangan dan pembiayaan agar dapat membantu UMKM.

"Karena salah satu persoalan UMKM adalah masalah pembiayaan dan prosedur yang berbelit-belit," katanya. (ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved