Breaking News:

Wakili Sumut, Salah Satu Mahasiswa Politeknik WBI Bawa Pulang Rp 50 Juta Hadiah Pemenang KBKM 2021

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan mengelar Malam Kemitraan

Editor: Ismail
Dok. Politeknik WBI
Malam Kemitraan KBKM pada Jumat (3/12/2021), Mahasiswa Politeknik WBI bawa pulang Rp 50 Juta hadiah pemenang KBKM 2021 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan mengelar Malam Kemitraan sebagai puncak acara Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2021.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, KBKM 2021 menjadi semakin bermakna karena selain digelar di masa pandemi, para peserta membuat inovasi baru yang fokus mengembangkan potensi dan memecahkan persoalan di desa-desa. Sebab, selama ini banyak inspirasi dari desa yang belum tergali.

“Potensi teman-teman membuat saya yakin Indonesia akan unggul di panggung dunia,” kata Mendikbudristek Nadiem, seperti dikutip dalam rilis Kemendikbudristek di Jakarta, Sabtu (4/12/2021).

Haminjon adalah produk yang di perlombakan Michael Saor Lumban Gaol bersama 2 anggota lainnya untuk ketegori Purwarupa dimana sebelumnya telah lulus pada seleksi Provinsi  dan menjadi tim perwakilan Sumatera Utara di ajang kompetisi Nasional KBKM Tahhun 2021. Michael sebagai Tim Leader merupakan Mahasiswa dari Pogram Studi Akuntansi Perpajakan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI).

Karya yang dihasilkan dari finalis asal Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara ini benar-benar unik dan inovatif. Mereka mampu mengubah stigma yang sudah melekat di masyarakat luas menjadi berbeda dan membuat decak kagum.

Kelompok Haminjon hadir dengan karya purwarupa yang fenomenal, sebab kemenyan yang punya kesan mistis dan menyeramkan dapat disulap menjadi pewangi ruangan/parfum yang bahan dasarnya terbuat dari rempah-rempah yang sudah tersedia dari alam dan dapat diubah menjadi produk yang punya nilai manfaat dan nilai jual yg sangat menarik, baik dari nilai budaya dan tentunya nilai ekonomi.

Sebelumnya terdapat 2856 orang yang tergabung  dalam 722 tim mengajukan ide dan gagasan untuk KBKM 2021.Setelah melalui tahap inkubasi dan pematangan karya yang didampingi oleh mentor profesional di tahap regional, 21 tim berhasil lolos ke tahap Nasional.

Terdapat juga tim yang seluruh anggotanya adalah penyandang disabilitas tuli, sebagai bentuk komitmen KBKM untuk membentuk ekosistem budaya yang inklusif.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid menyebut KBKM 2021 sebagai acara luar biasa karena memberi ruang bagi peserta menggali berbagai ekspresi di tingkat lokal yang digabungkan dengan teknologi terkini, sehingga membawa kearifan lokal ke level berbeda.

“Saya bangga memperkenalkan mereka yang lolos ke tingkat Nasional setelah melalui proses yang cukup panjang dan berat. Kita berusaha mencari inspirasi dari desa yang merupakan lumbung pengetahuan,” ujar Hilmar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved