Breaking News:

Asprindo Sumut Sambut Ekspo Rempah di Parapat, Berharap Kejayaan Indonesia Kembali

Dian berharap rempah-rempah di Indonesia bisa berjaya kembali sebagai eksportir rempah-rempah dunia.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
Ilustrasi rempah-rempah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelaksanaan Forum Bisnis dan Ekspo Rempah Indonesia di Parapat pada 10-12 Desember turut disambut baik oleh pelaku bisnis, diantaranya Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Sumut.

"Asprindo menyambut baik acara ini. Karena ini acara internasional, dihadiri Pak Presiden Jokowi beserta empat menteri dan 12 duta besar dan ada investor dari luar, ada juga buyer," ungkap Ketua Asprindo Simalungun Dian Rama Putra bersama Ketua Asprindo Sumut, Rafriandi Nasution dan Sekretaris, M Nazmi Matondang, Kamis (9/12/2021)

Dikatakannya, dalam kegiatan tersebut juga dirangkai dengan launching ekspor ke India dari Pelabuhan Kuala Tanjung.

Melalui expo ini, Dian berharap rempah-rempah di Indonesia bisa berjaya kembali sebagai eksportir rempah-rempah dunia.

"Seperti kita ketahui, sejarahnya Indonesia dari dahulu kan produsen utama rempah-rempah untuk Asia Tenggara sampai dengan Eropa," ujarnya.

Dian menyebutkan Kabupaten Simalungun memiliki sejumlah potensi rempah-rempah seperti andaliman, cengkeh, kayu manis, kopi , teh, kemiri, dan pinang.

Dijelaskan Dian, rempah-rempah asal Simalungun memiliki potensi pasar yang cukup bagus. Namun pemasarannya masih skala lokal, dan paling banyak 'dibuang' ke Medan. Hanya saja, harganya masih jauh dari harapan.  

Selain itu tambahnya, pemasarannya juga lebih banyak melalui pengumpul, meski ada juga olahan. 

Melalui kegiatan ini, pengusaha lokal diharapkan bisa mendapatkan margin yang besar dengan mengekspor rempah-rempah.

Ketua Dewan Rempah Indonesia Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis mengharapkan forum tersebut dapat menguntungkan petani di daerah ini.
 
Apalagi, dalam forum tersebut, petani bisa bertemu langsung dengan para pembeli besar dari berbagai daerah di Indonesia. Sehingga bisa membuka pasar yang lebih luas bagi petani di Sumut.
 
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menjadikan  rempah-rempah Indonesia khususnya Sumut semakin mendunia. Adapun komoditi rempah asal Sumut antara lain kunyit, kapulaga, jahe, lengkuas, andaliman dan lainnya. (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved