Breaking News:

News Video

Cerita Perjalanan dan Pengakuan Minta Maaf Pendeta yang Diduga Lecehkan Situs Raja Batak

Pendeta yang dituding lecehkan situs Raja Batak akhirnya menceritakan terkait perjalanan sewaktu pergi ke Pusuk Buhit, Kecamatan Sianjur Mula - Mula.

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Bobby Silalahi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pendeta yang dituding lecehkan situs Raja Batak akhirnya menceritakan terkait perjalanan sewaktu pergi ke Pusuk Buhit, Kecamatan Sianjur Mula - Mula.

Pdt. Ampetua Lumbantoruan Sihombing dari GBI menceritakan awalnya berangkat ke puncak Pusuk Buhit pada 2 Desember 2021 sekitar 05.00 WIB dari kaki gunung.

"Kami menempuh perjalanan 6 jam sampai ke puncak. Kala itu saya melihat ada sesajen. Tapi itu sedikitpun kami sentuh," katanya di Jalan Flamboyan Raya, Kecamatan Medan Tuntungan, Rabu (8/12/2021).

"Lalu kami melakukan doa syafaat, nyanyian rohani dan meniupkan sangkakala. Kami ada sekitar 15 orang," tambahnya.

Dikatakan, tujuan rombongan ini untuk mengetahui apa yang ada di puncak Pusuk Buhit. Sebab, sepengetahuan pihaknya gunung tersebut cukup tinggi dan ada semacam ritual.

Rencana ke Pusuk Buhit itu pun dirancang selama 1 bulan dan sempat dua kali gagal. Satu kali gagal karena tidak mengetahui jalan sementara kedua kalinya tak sampai ke puncak.

"Makanya kemarin kami dipandu oleh para pemuda setempat," sebutnya.

Gembira dengan aksinya bisa sampai ke puncak, ia pun mengekspresikannya dengan meng-upload video ke media sosial.

Tak berapa lama ia pun tak menyangka bahwa ada respon negatif dari netizen yang menyaksikan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved