Breaking News:

Impor Sumut Naik 14 Persen, Ini Jenis Barang yang Paling Banyak Dibeli

Permintaan terbesar barang modal, diantaranya mesin pabrik, Pesawat, Alat Berat, kendaraan dan bagiannya.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
PETUGAS Bea Cukai Kualanamu sedang memeriksa barang penumpang. Importasi barang pindahan berhak mendapatkan fasilitas pembebasan Bea Masuk pada saat pemasukannya ke Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nilai impor melalui Sumatera Utara Oktober 2021 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) mengalami peningkatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat nilai impor per Oktober 2021 sebesar US$458,24 juta atau naik sebesar 14,14 persen dibandingkan September 2021 yang mencapai US$401,46 juta. 

"Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami kenaikan sebesar 26,53 persen," ungkap Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, Kamis (9/12/2021).

Adapun nilai impor menurut golongan penggunaan barang Oktober 2021 dibanding September 2021, barang modal naik sebesar 84,71 persen, dan bahan baku/penolong naik sebesar 12,95 persen sedangkan barang konsumsi turun sebesar 24,88 persen.

Adapun permintaan terbesar barang modal, diantaranya mesin pabrik, pesawat, alat berat, kendaraan, dan bagiannya.

Pada Oktober 2021, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar adalah bahan bakar mineral sebesar US$40,06 juta (73,61 persen). 

Syech juga mengatakan jika nilai impor terbesar masih berasal dari Tiongkok dengan nilai US$137,17 juta.

"Negara Tiongkok memiliki peran terbesar dalam pelaksanaan impor mencapai 29,93 persen dari total impor Sumatera Utara," ujarnya.

Setelah Tiongkok, nilai impor terbesar diikuti oleh Singapura sebesar US$66,75 juta (14,57 persen) dan Malaysia sebesar US$64,39 juta (14,05 persen).

Selama periode Januari–Oktober 2021 kesepuluh negara asal utama memberikan peran sebesar 82,45 persen terhadap total nilai impor melalui Sumatera Utara sedangkan sisanya besar 17,55 persen berasal dari negara lainnya. 

Nilai impor dari sepuluh negara utama naik sebesar 35,71 persen dibandingkan periode Januari–Oktober 2020.

Dikatakan Syech, saat ini neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara Oktober 2021 mengalami surplus sebesar US$642,00 juta turun 2,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$659,52 juta.

"Neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara Oktober 2021dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, terjadi kenaikan sebesar 57,07 persen yaitu dari US$408,73 juta pada Oktober 2020 menjadi US$642,00 juta di Oktober 2021," sebut Syech.

Surplus neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara dengan negara mitra utama selama Oktober 2021 berturut-turut adalah senilai senilai US$101,02 juta dengan Amerika Serikat, US$53,73 juta dengan India, senilai US$48,68 juta dengan Rusia, senilai US$37,48 juta dengan Belanda dan senilai US$33,78 juta dengan Jepang. 

Sedangkan defisit perdagangan luar negeri Sumatera Utara terjadi dengan Singapura sebesar US$53,15 juta, dengan Argentina sebesar US$12,43 juta, dengan Brazil senilai US$13,53 juta, dengan Malaysia sebesar US$11,94 juta dan dengan Australia sebesar US$8,76 juta. (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved