Breaking News:

Jambret Minta Maaf dan Doakan Kesembuhan Rofenna Sihombing, Ini Jawaban Suami Korban!

Muhammad Aidil (25) yang ditangkap karena menjambret meminta maaf kepada suami korban, di Kantor Polsek Percut Seituan, Kamis (9/12/2021).

TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Kapolsek Percut Seituan Kompol Agustiawan bersama keluarga korban jambret, di Kantor Polsek, Kamis (9/12/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Muhammad Aidil (25) yang ditangkap karena menjambret meminta maaf kepada suami korban, di Kantor Polsek Percut Seituan, Kamis (9/12/2021).

Aidil meminta maaf dan turut mendoakan korban agar segeralah siuman.

"Saya meminta maaf, Pak. Semoga ibu cepat sembuh," katanya kepada suami korban.

Suami korban, Sihar Marpaung yang menyahuti ucapan pelaku mengatakan bahwa meminta maaf kepada manusia pasti menyimpan dendam.

"Kalau meminta maaf dengan manusia tentunya ada dendam yang tersimpan. Namun tetap lah minta maaf kepada Tuhan yang maha pengampun," bebernya.

Aksi Muhammad Aidil menjambret tas milik Rofenna Sihombing sebelumnya viral di media sosial.

Penjambretan itu terjadi di Jalan Aksara, Kelurahan Bantan Timur  pada Selasa (6/12/2021) lalu.

Kapolsek Percut Seituan, Kompol Agustiawan saat menginterogasi jambret sadis yang membuat korbannya jatuh dan koma, Kamis (9/12/2021).
Kapolsek Percut Seituan, Kompol Agustiawan saat menginterogasi jambret sadis yang membuat korbannya jatuh dan koma, Kamis (9/12/2021). (TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA)

Dikatakan suami korban, Siar Marpaung, saat itu ia, istri dan anak perempuannya hendak pergi ke pasar MMTC.

"Jadi saat berangkat dari rumah hingga melewati rel jalan Aksara saya tidak ada curiga. Setelah lewat persimpangan kok seperti ada yang ikuti. Tiba-tiba jambet itu mengambil tas istri saya dan istri saya terjatuh," ucapnya.

Lanjut pria yang menggunakan topi ini, pascakejadian, dirinya dibantu warga setempat untuk membawa istrinya ke rumah sakit. Namun, sesampainya di RS Madani, ternyata rumah sakit menolak dikarenakan sudah dalam kondisi darurat sehingga dirujuk ke RS Bina Kasih.

"Saat ini istri saya belum sadar. Ia masih mengeluarkan darah dari mulutnya. Sementara itu, biaya untuk operasi lebih kurang Rp 125 juta. Sementara kami tidak ada biaya. Kami memohon kepada dermawan untuk membantu kami, karena BPJS tidak bisa digunakan untuk korban jambret. Jadi kami harus mengadu ke mana lagi," katanya.

Kasus jambret yang viral di media sosial berhasil diringkus polisi kurang lebih 12 jam setelah kejadian.

Pelaku sendiri ditangkap polisi saat duduk-duduk di sebuah warung di kawasan rumah temannya.

"Pelaku kami amankan kurang dari dua belas jam. Saat ini yang bersangkutan sudah diproses. Ia terlibat 5 kali beraksi jambret di kawasan kota Medan," pungkasnya. (mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved