Breaking News:

News Video

Nakes di Luwu Timu Didenda Rp2 Miliar, Diduga Sebarluaskan Surat Hasil Pemeriksaan Sampel Makanan

Diketahui, ada tiga orang yang menjadi tergugat, yakni Kepala Puskesmas Wawondula Sahmuddin, Hasmawati dan Laboran.

Editor: Bobby Silalahi

Kejadian ini berawal, saat Hasmawati mendapat tugas sidak di Pasar Wawondula pada tanggal 18 Mei 2019.


TRIBUN-MEDAN.COM
- Seorang tenaga kesehatan (nakes) yang bernama Hasmawati (33), di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan harus membayar denda sebesar Rp2 miliar karena dianggap terbukti melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Diketahui, ada tiga orang yang menjadi tergugat, yakni Kepala Puskesmas Wawondula Sahmuddin, Hasmawati dan Laboran.

Ketiganya dijatuhi hukuman denda tersebut setelah seorang pemilik usaha ayam potong melaporkannya.

Hasmawati divonis denda Rp 2 miliar oleh Pengadilan Negeri (PN) Luwu Timur.

Hasmawati dianggap melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) karena menyebarluaskan surat hasil pemeriksaan awal sampel makanan hasil sidak yang diduga mengandung formalin.

Hasmawati mengatakan, surat itu, juga berisikan permohonan pemeriksaan ulang sampel makanan ke Dinas Kesehatan Luwu Timur.

Hasmawati mengaku tak tahu menahu penyebab surat tersebut bisa tersebar ke media sosiaal.

Atas vonis itu, Hasmawati merasa kecewa.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved