News Video

Warga Terdampak Erupsi Gunung Sinabung Kembali Tuntut Realisasi Lahan Usaha Tani

"Kami ke sini untuk bertanya seperti apa tindak-lanjut lahan usaha tani bagi masyarakat," ujar Ikuten Sitepu.

Penulis: Muhammad Nasrul |

Warga Terdampak Erupsi Gunung Sinabung Kembali Tuntut Realisasi Lahan Usaha Tani

TRIBUN-MEDAN.COM, KARO - Puluhan warga yang merupakan korban bencana erupsi Gunung Sinabung, mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (9/12/2021).

Mereka adalah pengungsi yang masuk ke dalam relokasi tahap tiga dari Desa Mardingding, Desa Sigarang-garang, Desa Sukanalu, dan Dusun Lau Kawar.

Warga menyampaikan aspirasinya di depan kantor DRPD Karo sambil membawa alat pengeras suara dan spanduk berisikan tuntutan. Tak lama, beberapa orang perwakilan masyarakat diminta untuk masuk dan membahas tuntutan mereka seputar realisasi Lahan Usaha Tani (LUT) bagi korban bencana erupsi Gunung Sinabung ini.

Perwakilan masyarakat, Ikuten Sitepu, menjelaskan kedatangan mereka untuk kesekian kalinya ini ialah untuk menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo segera memberikan LUT bagi para pengungsi.

"Kami ke sini untuk bertanya seperti apa tindak-lanjut lahan usaha tani bagi masyarakat. Sampai sekarang belum juga ada kejelasan dari pemerintah," ujar Ikuten.

Diketahui, saat ini fasilitas berupa bangunan rumah di kawasan relokasi yang bertempat di Siosar sudah selesai dan kuncinya sudah diserahkan kepada masyarakat. Namun, karena LUT ini tidak kunjung diberikan, warga menjadi enggan untuk menempati rumah tersebut.

Pasalnya, selain membutuhkan fasilitas berupa rumah masyarakat yang membutuhkan lahan tani untuk bercocok tanam sesuai dengan aktivitas yang telah dijalankan sebelum mengungsi. Terlebih, lahan usaha ini juga merupakan ketentuan yang telah ditetapkan dan diberikan kepada pengungsi yang menempati relokasi tahap tiga.

"Rumah sudah selesai dan kuncinya sudah pada kami, berarti kami diminta untuk menempati rumah tersebut. Dalam hal ini kami berpikir tidak mungkin kami tinggal di sana kalau tidak ada tempat pencaharian kami berupa lahan," ucapnya.

Ia mengatakan, Menteri Sosial Tri Rismaharini  meminta masyarakat terutama korban bencana untuk berdikari saat berkunjung ke Siosar. Namun, menurutnya, warga terdampak erupsi yang bekerja sebagai petani sulit berdikari jika tidak memiliki lahan pertanian.

(cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved