Breaking News:

Warga yang Belum Vaksin Tidak Dilayani Urus Administrasi di Percut Seituan

Berbagai cara dilakukan pihak Kecamatan Percut Seituan agar masyarakat mau divaksin. Jika tidak vaksin, tidak bisa mengurus administrasi

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
HO
Camat Percut Seituan, Ismail meninjau pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya Rabu, (8/12/2021) 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG- Berbagai cara dilakukan Pemkab Deliserdang untuk mencapai target 70 persen masyarakat yang divaksin Covid-19.

Di Kecamatan Percut Seituan, ada aturan yang menyebutkan bahwa masyarakat harus divaksin jika ingin mengurus administrasi.

Jika belum divaksin, ada kemungkinan pengurusan administrasi tidak dilayani.

"Untuk yang tidak mau dan tidak butuh (vaksin), hal seperti inilah strategi kita. Barang kali dia butuh sama pemerintah (mengurus administrasi), ya inilah yang kita buat karena di kantor camat pun ada petugas yang menyuntik," kata Camat Percut Seituan, Ismail, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: Kisah Warga Transgender Medan Tak Punya KTP, Sulit Dapat Vaksin dan Cari Kerja Sektor Formal

Ismail mengatakan, bahwa di Kecamatan Percut Seituan vaksinasi memang masih minim dan rendah.

Maka dari itu, masyarakat dipaksa untuk ikut vaksin jika ingin mengurus administrasi

Bagi mereka yang memang tidak bisa divaksin, diminta menunjukkan surat medis dari dokter.

Mantan Kabag Protokoler Pemkab ini mengatakan, sebenarnya aturan wajib untuk masyarakat vaksin ketika mau mendapatkan pelayanan di kantor camat maupun di kelurahan dan desa sudah dilakukan beberapa minggu.

Selama berjalan, tidak ada protes yang disampaikan oleh masyarakat. 

Supaya lebih menekankan lagi dianggap perlu dibuat secara tertulis. 

Baca juga: Download Sertifikat Vaksin dan Update Data Pribadi Bisa Lewat WhatsApp, Berikut Langkah-langkahnya

"Jadi Muspika bersama dengan Desa/Kelurahan sudah rapat bersama dan sepakat untuk mewajibkan vaksin kalau mau mendapatkan pelayanan. Tidak ada masyarakat marah kok, karena banyak yang sekarang ini juga memang lagi butuh vaksin. Kita saat ini siang sampai malam hari terus gelar kegiatan vaksinasi di tiap desa," kata Ismail. 

Karena selama ini banyak masyarakat yang memang merasa kejauhan mendapatkan pelayanan vaksin apabila datang di Puskesmas makanya kegiatan dilakukan di desa setiap hari. 

Untuk di desa dilakukan secara bergilir antara dusun satu dengan dusun lainnya. 

Ditegaskan walaupun Percut Seituan masih rendah masyarakat yang divaksin, namun sudah lebih dari 100 ribu penduduk yang divaksin. 

"Intinya sekarang ini ya semua cara kita lakukan supaya target kita bisa tercapai. Cara yang kita lakukan ya Alhamdulillah mempunyai hasil karena satu malam saja bisa sampai 2500 orang yang divaksin karena sampai jam 22.00 bahkan. Kita masyarakat banyak karena capai 480 ribu orang makanya kalau dilihat persentase kecil," katanya. (dra/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved