Breaking News:

GETIR, Sejumlah Nakes di Toba Sang Garda Terdepan Lawan Covid 19 Tak Dapatkan Haknya, Ini Kata Kadis

Atas kejanggalan-kejanggalan yang didapati dari beberapa orang nakes, Kadis Kesehatan Toba dr Juliwan Hutapea memberikan tanggapan.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Puskesmas Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba. Sejumlah nakes di puskesmas tersebut menyampaikan keluhannya soal hak dalam penanggulangan Covid-19. 

Garda Terdepan Tanggulangi Covid-19, Sejumlah Nakes di Toba Tak Dapatkan Haknya, Termasuk Insentif

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di salah satu puskesmas di Kabupaten Toba mengaku tidak pernah menerima insentif sejak bertugas menjadi garda terdepan melawan Covid-19.

Dijumpai di lokasi kerjanya di Puskesmas Bonatualunasi, salah seorang nakes mengaku meski telah ditugaskan sesuai tugas pokok dan fungsinya bahkan telah mengikuti pelatihan untuk pemeriksaan pasien Covid, namun dirinya tidak diberdayakan.

"Selama ada covid harusnya memang yang mengadakan swab dan tracing itu bagian lab, tapi saya tidak diikutkan oleh KTU. Alasannya, siapa saja bisa melakukan swab asal tahu, menurut KTU itu bebas, tidak menurut tupoksi masing-masing," ujar nakes berinisial TT saat dijumpai bersama petugas lainnya di Bonatua Lunasi, beberapa waktu lalu.

"Kalau setahu saya memang harusnya bagian lab walaupun saya itu bukan analis tapi saya sudah diberdayakan menjadi pemegang lab, tapi itulah kenyataan nya saya tidak diberdayakan," sambungnya.

Nakes lainnya, Robina selaku Bidan Desa Lumban Sangkalan, juga menceritakan situasi yang diduga mengakibatkan dirinya tidak mendapat honor atau insentif dari dana covid yang dianggarkan untuk nakes.

"Saya bidan desa setempat tetapi saya tidak diberdayakan, kenapa harus merujuk bidan desa yang lain ke desa saya, kenapa mereka memberdayakan bidan dari desa lain, yang tahu dapur saya kan saya, bukan bidan lain. Yang saya tahu ada 4 pasien yang terkonfirmasi di desa itu, yang mengklaim itu bidan desa yang dari tempat lain," ungkapnya.

Meski tanggung jawabnya sebagai bidan desa telah dijalankan dan melaporkan semua data yang diperoleh ke Puskesmas setempat, namun hingga kini dirinya tidak pernah mendapat hak nya selama pandemi Covid-19 hingga saat ini.

"Saya tidak pernah menerima honor apapun sejak ada covid di Indonesia ini. Selama 2020, kita ditugaskan untuk mendata setiap pendatang baru dan harus lapor ke Puskesmas karena saya merasa tanggung jawab saya sebagai bidan desa setempat, saya juga tidak tahu apa ada uangnya, saya tidak tahu," jelasnya.

Sementara itu, Saulina Napitupulu, Bidan Desa Naga Timbul Timur, sangat menyayangkan jika ada nakes Toba yang mendapat honor untuk melakukan pemantauan terhadapnya saat menjadi pasien terkonfirmasi Covid-19 beberapa waktu lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved