Breaking News:

Dugaan Korupsi Pengadaan CCTV

Jelang Pensiun, Kadishub Kota Binjai Dipenjarakan Jaksa, Anak Buah Tersangka Utama Masih Berkeliaran

Kadishub Kota Binjai Syahrial dipenjarakan jaksa lantaran diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan CCTV

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/SATIA
Kepala Dinas Perhubungan Kota Binjai Syahrial keluar dari ruangan penyidik Kejari Binjai, Jalan Tengku Amir Hamzah, Kota Binjai, Kamis (9/12/2021) petang. (TRIBUN-MEDAN.COM/SATIA). 

TRIBUN MEDAN.COM,BINJAI- Kadishub Kota Binjai Syahrial terancam menghabiskan hari tuanya di penjara.

Jelang pensiun, Kadishub Kota Binjai Syahrial dipenjarakan jaksa lantaran disinyalir terlibat dugaan korupsi pengadaan CCTV di Kota Binjai.

Sementara itu, anak buah Syahrial bernama Juanda yang diketahui merupakan pelaku utama dalam kasus ini masih berkeliaran.

Penyidik Kejari Binjai sampai detik ini tak mampu menangkap Juanda, yang statusnya cuma ASN biasa di Dishub Kota Binjai.

Baca juga: Pejabat Dishub Kota Binjai Bakal Jadi Tersangka, Kadishub Binjai Kocar-kacir

Bahkan, karena tak mampu menangkap Juanda, Kejari Binjai minta tolong Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Untuk Syahrial akan ditahan 20 hari kedepan di Lapas Binjai," kata Kasi Intel Kejari Binjai Muhammad Harris, Kamis (9/12/2021).

Harris mengatakan, sebelum ditahan, Syahrial menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB 

"Ada 54 pertanyaan yang kami berikan kepada dia. Dalam kasus ini, kemungkinan akan ada tersangka baru lagi," kata Harris. 

Baca juga: Kejari Binjai Minta Bantuan Kejagung RI Tangkap Buronan Korupsi CCTV

Sementara itu, Sekda Kota Binjai Irwansyah Nasution sempat mengaku akan memberikan pendampingan hukum kepada Juanda yang sekarang sudah masuk DPO. 

"Kita masih mengacu kepada azas praduga tak bersalah. Kita tunggu sesuai dengan proses hukum yang dilakukan," kata Irwansyah, saat ditemui di Kantor Balai Kota beberapa waktu lalu.

Terkait kasus ini, Pemko Binjai sempat menganggarkan uang Rp 700 juta untuk pengadaan CCTV.

Namun, setelah proyek berjalan, ditemukan adanya indikasi korupsi yang dilakukan Juanda dan melibatkan Syahrial selaku kepala dinas. 

Berdasarkan audit, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 388 juta.(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved