Breaking News:

Korban Dugaan Penganiayaan di Toba Masih dalam Pemeriksaan, Kades Toba Ceritakan Kronologi

Istri kades tersebut melihat banyaknya bekas luka cubitan pada sekujur tubuh si anak. Hal ini membuat kades merasa heran dan bingung.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Tersangka penganiayaan seorang anak di Kecamatan Silaen dengan inisial NN (53) digiring pihak kepolisian Polres Toba pada Kamis (9/12/2021). Tersangka mengenakan pakaian berwarna biru dan celana hitam serta mengenakan masker.  

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Kepala Desa Natolutali Toba Hendra Sibarani menjelaskan alasan pelaporan ke Polres terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang anak berinisial RM (6) di Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba.

Baca juga: Artis Cantik Ini Tinggalkan Gemerlapnya Dunia Hiburan Usai Menikah di Usia Muda, Ini Potret Suaminya

Berawal dari pemeriksaan istrinya yang kebetulan bidan, melihat kondisi bocah tersebut penuh dengan bekas luka lebam. Sekujur tubuh si anak didapati bekas luka.

"Kebetulan istri seorang bidan desa di Desa Natolutali yang melihat bekas luka pada badan si anak," ujar Kades Natolutali Toba Hendra Sibarani saat dikonfirmasi tribun-medan.com pada Jumat (10/12/2021)

Sebelum pemeriksaan, bocah tersebut terlihat menangis di depan rumahnya menangis. Dengan penuh iba, saudari kades sambangi si anak dan ajak ke rumah kades.

"Sebelumnya, saudari saya melihat anak tersebut menangis di depan rumahnya. Merasa kasihan, adik saya lalu menolongnya karena ia melihat ada luka di tangan si anak," terangnya.

"Lalu dibawalah ke rumah karena istri saya seorang bindes. Ia heran karena lukanya lumayan besar," sambungnya.

Setibanya di rumah kades, si anak terangkan apa yang dialaminya di rumah hingga membuat tangannya terluka. Bukan hanya luka cubitan, orang tua korban juga kerap memukulnya dengan kayu.

"Karena kita dengar dari masyarakat sekitar bahwa orang tua anak kejam, saya minta istri saya untuk menayai si anak bagaimana perlakuan orangtua kepada si anak," sambungnya.

Istri kades tersebut melihat banyaknya bekas luka cubitan pada sekujur tubuh si anak. Hal ini membuat kades merasa heran dan bingung.

Baca juga: Menteri Pertanian Targetkan Indonesia Produksi Rempah Terbesar Kedua Dunia

"Lalu istri saya lalu buka baju si anak melihat kondisi tubuhnya, ternyata seluruh badannya ada bekas luka. Aku juga heran kenapa sampai separah itu," ungkapnya.

Setelah berkoordinasi, ia menyampaikan laporan ke pihak Polres agar mengungkap kasus tersebut.

"Aku juga bingung upaya apa yang bakal kulakukan karena belum pernah menangani kasus seperti ini. Aku koordinasi dengan kapolsek, lalu kapolsek bilang supaya langsung ke Unit PPA Polres," sambungnya.

"Itulah dasarnya kenapa kita melaporkan kasus ini ke Polres," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com) 
 
 

 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved