Breaking News:

Menteri Pertanian Targetkan Indonesia Produksi Rempah Terbesar Kedua Dunia

Syahrul berharap peringatan ini bisa menjadi momentum bersama untuk menyusun strategi pengoptimalan ekspor komoditi perkebunan.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berbincang dengan pelaku UMKM dan rempah di Hotel Niagara Parapat, Jumat (10/12/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan peringatan Hari Perkebunan Nasional ke-64 dan Perayaan Hari Rempah Nasional Tahun 2021 dapat membangkitkan semangat dan meningkatkan produksi dan volume ekspor komoditas perkebunan khususnya rempah. 

Pada acara yang berlangsung Jumat (10/12/2021) di Hotel Niagara Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Menteri yang akrab disapa SYL mengatakan saat ini Indonesia menempati posisi ke-10 sebagai negara penghasil rempah di dunia. Ia meyakinkan tren ekspor rempah Indonesia akan naik tahun ke tahun.

"Kami optimistis, karena kehadiran Bapak Wakil Presiden menggetarkan semangat. Saya janji, produksi rempah kita naik ke urutan ketiga atau dua terbesar di dunia. Sebab, perkebunan dan pertanian kita secara umum punya keunggulan. Hal ini terbukti, selama masa pandemi covid -9, hanya sektor pertanian yang mampu bertahan dan tumbuh positif," paparnya.

Dirinya berharap peringatan ini bisa menjadi momentum bersama untuk menyusun strategi pengoptimalan ekspor komoditi perkebunan di era revolusi industri 4.0. 

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu meminta seluruh stakeholder perkebunan harus bersinergi dan membangun akselerasi. Tidak hanya fokus pada kegiatan hulu untuk meningkatkan produktivitas, tapi juga di hilir agar menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing.

"Ke depan, subsektor perkebunan perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak termasuk BUMN dan swasta, sehingga diharapkan nantinya terbangun korporasi petani. Petani dan pekebun harus berada dan menjadi mitra swasta dan BUMN, sehingga petani terangkat pendapatan dan kesejahteraannya," tuturnya.

Menurutnya, program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) yang saat ini sedang dijalankan dapat ikut mendorong pengembangan komoditas-komoditas strategis perkebunan dalam kerangka program Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah dan Daya Saing Perkebunan.

Menteri Syahrul, juga melepas ekspor 25 komoditas perkebunan dan rempah asal Provinsi Sumatera Utara ke 34 negara dengan nilai mencapai Rp 207,93 miliar. Adapun 25 komoditas yang diekspor yakni cengkeh, palm kernel, jernang, kapulaga, karet, kayu karet, kelapa parut, kemenyan, kemiri, kolang kaling, kopi biji, kopi instan, dan kulit kayu manis.

Kemudian ada lidi, minyak sawit, nipah, palm kernel oil, palm kernel stearin, pinang biji, palm olein, santan kelapa, tembakau kering, desicated coconut dan shortening.

Sementara itu, negara tujuan ekspor meliputi Malaysia, Chili, Cina, Jerman, Jepang, Afrika Selatan, Taiwan, Vietnam, Filipina, India, Ukraina, Argentina, Spanyol, US, Korea Selatan, Belanda, Polandia, Thailand, Algeria, UAE, Pakistan, Haiti, Singapura, Mesir, Irak, Banglades, dan Odessa. (alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved