Breaking News:

SMP SWT Bina Bersaudara Wakili Sumut di Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia Tingkat Nasional

Tiga SMP mewakili Sumatera Utara dalam Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (Kopsi) Tingkat Nasional Bidang IPA dan Lingkungan. 

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Tiga siswa SMP SWT Bina Bersaudara yang penelitiannya akan dilombakan dalam Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (Kopsi) tingkat nasional Bidang IPA dan Lingkungan berfoto dengan para guru. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tiga SMP mewakili Sumatera Utara dalam Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (Kopsi) Tingkat Nasional Bidang IPA dan Lingkungan. 

Tiga sekolah yang terpilih itu adalah SMP SWT Bina Bersaudara (Medan), SMP Swasta Al Fityah (Binjai), dan SMPN 14 Binjai. 

Kopsi yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional ( Puspernas) Sekretariat Kementrian Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) ini diikuti oleh ratusan sekolah dari seluruh Indonesia. 

Guru SMP SWT Bina Bersaudara sekaligus Pembina Tim, Fatia Karmila Yusuf Ritonga, mengaku senang sebab siswa dari sekolahnya bisa maju ke lomba tingkat nasional. Pasalnya, kata Fatia, sekolahnya berhasil mengungguli puluhan sekolah favorit di Sumatera Utara. 

"Enggak menyangka sebab yang ikut ini puluhan sekolah favorit dan sekolah internasional. Ternyata di Kota Medan cuma sekolah kami yang menang. Selama ini, sekolah kami ini dikenal karena siswa yang belajar disini tidak dikenakan biaya alias gratis," katanya, Kamis (9/12/2021).

Menurut Fatia, Kopsi untuk tingkat SMP pertama kali diadakan pada tahun ini. 

"Tahun sebelumnya, hanya untuk tingkat SMA. Begitu dengar ada lomba untuk tingkat SMP, kami langsung coba mengikuti lomba ini," ucapnya. 

Fatia menjelaskan bahwa untuk persiapan lomba ini pihaknya hanya punya waktu kurang lebih satu bulan. 

Ia mengatakan, lomba dibuka pada Juni, dan sekolahnya mendaftar pada bulan Agustus. Pengumuman menang pada bulan Desember. 

Penelitian yang diangkat oleh siswa SMP SWT Bina Bersaudara adalah Pemanfaatan limbah sampah daun sebagai bioplastik. 

"Judul penelitian yang kami ajukan lomba itu bioplastik dari dedaunan sampah sekolah," jelasnya. 

Fatia berharap dengan masuknya SMP SWT Bina Bersaudara menjadi finalis Kopsi, nama sekolahnya bisa terangkat.  

"Sedihnya, belum ada apresiasi dari Dinas Pendidikan. Sampai kami merasa minder, mungkin karena sekolah kami terkenal gratis. Pandangan sebagian orang, sekolah gratis itu sekolahnya asal-asalan. Padahal kami juga membimbing anak-anak ini dengan baik dan pelajaran yang diberikan sama dengan yang diterima siswa-siswa di sekolah pada umumnya," ucap Fatia. (cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved