Breaking News:

AMA Medan Gelar DiskusiSeluk Beluk Bisnis Kuliner, Ini Kiat Sukses Tahun 2022!

Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Medan menggelar AMA Networking Day 'Seluk Beluk Bisnis Kuliner' , Sabtu (11/12/2021).

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Pebisnis kuliner, Indra Halim saat memberikan materi yang didampingi oleh moderator Sian Yet dalam acara AMA Networking Day 'Seluk Beluk Bisnis Kuliner' di Dominico Garden, Sabtu (11/12/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Medan menggelar AMA Networking Day 'Seluk Beluk Bisnis Kuliner' di Dominico Garden, Sabtu (11/12/2021).

Acara ini untuk membahas perkembangan bisnis kuliner di Kota Medan, termasuk yang berpotensi pada tahun 2022.

Pembicara pada acara ini, pemilik Dominico Garden, Indra Halim, yang juga founder Kuliner Medan, mengatakan¬† membangun bisnis kuliner tak hanya sekadar mencari uang semata.

"Kalau bisnis kuliner hanya sekadar mencari cuan, itu salah besar. Kita buka usaha makanan bukan hanya memikirkan cuan, tapi juga menyadari berapa orang yang dapat kita kasih makan. Kalau dengan menerapkan ini tentu kita akan bersungguh-sungguh," ungkap Indra.

Dikatakan Indra, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun bisnis kuliner, diantaranya yaitu membangun suasana tempat.

"Kuliner di belakang layar gampang dipublikasi. Tapi mencari suasana itu cukup ribet. Suasana saat ini menjadi acuan untuk bisnis kuliner," ujarnya.

Suasana didukung dengan adanya promosi tentu akan berpengaruh besar dalam membangun usaha. Founder Kuliner Medan ini juga mengatakan personal branding dari pendiri memiliki pengaruh kuat untuk memasarkan produk.

"Dulu kalau kita buat bisnis enggak perdulikan nama. Kalau sekarang, kurang bisa seperti itu. Profil kita sebagai profesional sudah melekat sebagai brand. Kalau profil kita bagus, tentu dengan gampang buka usaha. Tapi kalau saya hanya modal PT, biasanya lebih lambat," tutur Indra. 

Selain itu, Indra juga mempelajari pasar konsumen kuliner di Medan saat ini masih menyukai makanan yang enak ketimbang makanan unik yang mengedukasi.

"Jangan tawarkan yang unik dan edukatif, tapi tawarkan yang enak. Bisnis unik adalah bisnis yang edukatif jadi beban buat marketing. Medan itu standard living. Tapi kalau buka usaha makanan nasi, ayam goreng tentu akan lebih diminati ketimbang makanan dengan proses yang rumit," jelasnya.

Diskusi bisnis kuliner berjalan secara interaktif dengan audiens yang tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai perkembangan bisnis kuliner khususnya di kota Medan saat ini.

Dalam menjalankan bisnis kuliner ini, Indra juga berharap agar membuka cafe atau coffee shop bukan hanya untuk menaikkan gengsi saja.

"Jangan hanya gengsi atau untuk fun. Karena sekali menjalankan kuliner, harusnya ini bisa 100 tahun. Bidang kuliner yang ada di Medan so far yaitu kuliner modern. Aku harap kawan yang buka cafe buka lah yang tradisional. Banyak usaha tradisional udah mulai lumpuh padahal masih banyak peminatnya. Buat saja satu atau dua makanan tradisional di menu kalian yang kuasai," ucapnya. (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved